Juventus Tersungkur dari Fiorentina, Tiket Liga Champions Terancam
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
Seorang pengunjung melihat batik thinting di Sanggar Budaya Singlon di Jalan Kawijo 17 Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Kamis (13/12/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah berita di media online China Xinhua News yang menyebut batik adalah seni tradisional yang berasal dari negeri tirai bambu membuat geger warganet Tanah Air.
Keributan tersebut pertama kali menyeruak usai China Xinhua News mengunggah sebuah video yang memperlihatkan proses membatik. Video yang diunggah di akun resmi @XHNews itu memantik perdebatan lantaran pihak @XHNews menyebut bahwa batik adalah seni tradisional yang berasal dari kelompok etnis di China.
"Batik adalah kerajinan tradisional yang umum dikenal di kalangan kelompok etnis di China. Kesenian ini menggunakan lilin leleh dan alat seperti spatula, kemudian mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern #AmazingChina," demikian tulis @XHNews via Twitter.
Berita ini rupanya sampai juga di tangan warganet asal Indonesia. Mereka langsung menyerbu kolom reply akun @XHNews dan memberikan beragam komentar. Sebagian besar tampak marah dan tidak terima dengan klaim sepihak yang ditulis oleh China Xinhua News.
"Batik berasal dari Jawa, Indonesia dan tersebar di seluruh Asia termasuk India dan China. Jangan memelintir fakta ini seolah-olah berasal dari China. Kesenian ini sudah ada sejak zaman kuno dan ditiru oleh China," tulis akun @srinidhi24.
Komentar yang ditulis oleh akun @srinidhi24 itu bahkan disukai oleh lebih dari 1,1 ribu orang. Namun, tak berhenti sampai di sana, akun-akun lain juga merasa tidak terima dengan adanya klaim tersebut.
"Maaf, tapi batik adalah milik kami, jangan coba-coba mengklaimnya. Batik berasal dari Jawa, Indonesia," tulis @forhwangel.
Selain itu, warganet juga mempermasalahkan penyebutan kata "batik" yang berasal dari bahasa Jawa "ambatik". Mereka menilai kata "batik" tak bisa dilafalkan dalam huruf China.
"Batik diambil dari bahasa Jawa \'ambatik\' yang artinya ditandai dengan bintik-bintik atau titik-titik. Jadilah negara yang bangga dengan budaya sendiri, tidak hanya menyalin dan mengklaim properti bangsa lain," tulis @KikiNmaKecilku.
"Ini pertanyaan yang jujur, bisakah Anda melafalkan "batik" menggunakan suku kata bahasa China? Bagaimana bunyi kata "batik"?" kata @shandya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan terlempar dari empat besar klasemen Liga Italia 2025/26. Peluang ke Liga Champions makin berat.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.