Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANYUWANGI- Seorang pemilik mobil di Banyuwangi bernama Agustin mengalami kejadian tidak terduga. Ia harus merogoh kantongnya hingga Rp600.000 untuk membayar sebuah jasa menambal ban mobil yang bocor.
Peristiwa itu bermula saat perempuan 39 tahun itu membawa mobilnya ke bengkel tambal ban tubles di Jalan Dr Sutomo Banyuwangi, Jumat (3/7/2020). Ia berniat menambal ban serep dan mengganti velg.
"Saya itu berniat nambal ban serep dan mengganti velg roda depan dengan velg serep ini. Karena velg sisi kiri depan itu nggak presisi," kata Agustin seperti dilansir Timesindonesia.co.id-jaringan Suara.com.
Baca juga: Wajahnya Terlihat Jelas di CCTV Saat Bobol Toko Optik di Kulonprogo, Residivis Langsung Diciduk
Saat dilayani salah satu pegawainya, ban mobil tersebut hendak ditambal dengan metode pres silikon. Metode tambal jenis itu diakui sebagai metode penambalan yang paling bagus di tempat tersebut.
Namun tanpa memberikan informasi harga dan detail metode tambal tersebut, pihak bengkel langsung mengerjakannya.
"Waktu mau dipasang, saya juga ditawari untuk merapikan bekas tambalan yang ada di ban depan. Sekali lagi, dia tidak nyebutin harganya berapa. Dia juga nawarin untuk diganti ban bekas seharga Rp 500.000, tapi saya nggak mau. Cukup tambal saja," kata Agustin.
Baca juga: Tempat Hiburan di Sukoharjo Akan Disanksi Jika Beroperasi Sebelum 31 Juli
Betaa terkejutnya Agustin saat pemasangan ban selesai, ia disodori tagihan Rp600.000. Dia yang tidak menyangka tarifnya akan setinggi itu, mengaku kecewa dengan model pelayanan jasa tambal ban dari bengkel tersebut.
Menurutnya, harga itu tidak masuk akal. "Saya merasa dikerjain di sini. Harganya itu nggak masuk akal. Untung saja saya bawa uang cukup di dompet. Ya saya bayar saja Rp 550.000 untuk tambal ban dan Rp50.000 untuk biaya oper velg," katanya.
Pihak bengkel ketika dikonfirmasi pun membenarkan. Salah satu petugas bengkel bernama Eko menjelaskan patokan harga tersebut berdasarkan ukuran ban dan letak posisi kebocoran. Apalagi, mesin yang digunakan juga mahal dan bahan harus dipesan secara online.
"Rp600.000 itu nggak dibongkar pasang. Kan satu ban dipres itu Rp250.000. Jadi kita lihat kondisinya," kata
Untuk alasan tidak memberikan sosialisasi harga sebelumnya, pihak bengkel mengakui jika kondisi bengkel saat itu sedang ramai dengan pelanggan.
"Kemarin kan ada nota-nya, kalau mau komplain bisa bilang. Waktu kemarin itu keadaan bengkel ramai. Karena tenaganya cuman dua," katanya.
Sementara itu, saat diperbandingkan dengan bengkel lain di Banyuwangi, harga jasa tambal ban metode pres disebutkan bervariasi tergantung titik lubang kebocoran.
Saiful, seorang pemilik bengkel mobil di Banyuwangi menyebutkan jasa tambal ban tubles biasa itu kisaran Rp25.000 sampai Rp75.000.
"Kita ambil harga itu dari titik lubang bocornya. Kalau harus pres kisaran Rp150.000. Tapi ya harus ditawarkan dulu, mau apa enggak pakai pres karena sedikit mahal memang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.