Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Warga menunjukkan benda mirip jenglot di jembatan atas Bendungan Buntit, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Sragen, Kamis (2/7/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, SRAGEN—Dua benda mirip jenglot ditemukan di Mondokan, Sragen, Jawa Tengah. Benda tersebut memiliki dua taring dan kuku tajam yang panjang, berwarna hitam dengan penampakan mengerikan.
Dua benda itu ditemukan di sekitar Buntit, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Sragen, di dua hari berbeda. Benda pertama ditemukan di pinggir Bendungan Buntit Mondokan Sragen pada Rabu (1/7/2020) lalu.
Kepala Desa Pare, Samdani, saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (3/7/2020), mengatakan benda menyerupai jenglot itu dirawat oleh warga. “Benda ini diambil dan dirawati Endut, warga Kaligunting, Desa Kedawung, Mondokan,” kata Samdani.
Bentuk benda diduga jenglot itu seperti makhluk kecil yang diawetkan dengan dua taring besar. Kuku-kuku tangannya juga besar berwarna putih tulang. Kedua tangannya menyilang di dada dengan jari-jari memegangi pundak.
Benda itu berdiri menghadap arah bendungan berair itu yang dibawanya ada lilitan ular mati melingkarinya. Benda mirip jenglot kedua ditemukan di Mondokan, Sragen, Kamis (2/7/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Bentuknya berbeda dengan yang kali pertama ditemukan.
"Rambutnya hitam dengan dua taring di depan dengan posisi tangan sedekap di antara di perut. Benda kedua ini ditemukan dekat jembatan yang melintang di atas bendungan itu," jelasnya.
Dia menjelaskan benda diduga jenglot kedua ditemukan Cokro, warga Buntit RT 027, Desa Pare, Mondokan, Sragen. Penemuan benda diduga jenglot itu menggemparkan warga Mondokan karena asal muasalnya belum diketahui pasti. Kabar penemuan benda mirip jenglot di Mondokan, Sragen, itu tersiar lewat media sosial.
Samdani menerangkan sejak adanya temuan dua buah benda yang mirip jenglot itu sampai sekarang tidak terjadi peristiwa ganjil apa pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.