Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis/Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA — Dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) menjadi salah satu tersangka korporasi. Namun, di antara tersangka manajer investasi lainnya, kerugian negara akibat Sinarmas AM menjadi yang paling kecil.
Kejaksaan Agung telah menetapkan 13 korporasi, yang mana seluruhnya merupakan manajer investasi (MI), sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada Kamis (25/6/2020). Total kerugian negara akibat 13 korporasi itu mencapai Rp12,157 triliun.
Salah satu nama dalam daftar tersebut adalah Sinarmas Asset Management (AM). Dari 13 nama korporasi, Sinarmas AM yang menyebabkan kerugian negara paling kecil, yakni Rp77 miliar, melalui produk reksa dana Simas Saham Ultima.
Lewat siaran pers akhir pekan lalu, Direktur Utama Sinarmas AM Alex Setyawan menyatakan bahwa kasus korupsi tersebut hanya merujuk pada satu produk reksadana yang dipasarkan perseroan, yakni Simas Saham Ultima dan tidak terkait dengan 63 produk reksa dana lainnya.
Alex memaparkan bahwa saat ini perseroan memiliki 64 produk reksa dana yang dipasarkan dengan nilai dana kelolaan mencapai Rp30,2 triliun. Adapun, produk Simas Saham Ultima merupakan produk yang hanya dibeli Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk lain.
“Total dana kelolaan dari Simas Saham Ultima hanya berjumlah 0,2 persen dibandingkan dari total kelolaan dana Sinarmas AM. Oleh karena itu, tidak berdampak terhadap korporasi karena dana kelolaan yang dipermasalahkan tidak signifikan,” jelasnya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan bahwa nilai aliran dana hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya berbeda-beda ke setiap perusahaan manajer investasi.
Berdasarkan data yang diterima Bisnis, perusahaan Manajer Investasi yang paling besar menikmati hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya yaitu PT Pool Advista Aset Manajemen sebesar Rp2,1 triliun dari total aliran dana ke 13 perusahaan manajer investasi sebesar Rp12,157 triliun.
"Jadi 13 korporasi MI ini menggoreng-goreng saham lewat produk reksadana masing-masing," tuturnya kepada Bisnis, Jumat (26/6) malam.
Berikut adalah rincian nilai aliran dana dari PT Asuransi Jiwasraya ke 13 perusahaan manajer investasi:
KOMITMEN LO KHENG HONG
Sementara itu, Lo Kheng Hong, investor yang mendapat julukan sebagai Warren Buffet Indonesia, tidak menarik uangnya di PT Sinarmas Asset Management.
Lo Kheng Hong mengungkapkan tidak menaruh uang di produk reksa dana MI lain. Artinya, dia hanya berinvestasi reksa dana di Sinarmas AM.
“Meskipun Sinarmas AM sudah ditetapkan sebagai salah satu MI tersangka, saya tidak tarik uang saya di Sinarmas AM,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (28/6/2020).
Pak Lo, sapaan akrabnya, memiliki alasan sendiri. Menurutnya, dana Jiwasraya di Sinarmas AM sangat kecil hanya 0,2 persen dari total dana kelolaan perseroan senilai Rp30,2 triliun.
“Dana saya pribadi yang saya tempatkan di Sinarmas AM jauh lebih besar dari dana Jiwasraya di Sinarmas AM,” ujarnya.
Dia menyebut hanya satu produk reksa dana Sinarmas AM yang terkait dengan Jiwasraya. Sementara itu, 63 produk reksa dana lainnya tidak terkait dengan kasus tindak pidana korupsi tersebut.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Sinarmas Asset Management Hotman Paris Hutapea meminta publik tetap tenang dan tetap berinvestasi meski perseroan disebutkan menjadi salah satu dari 13 korporasi berstatus tersangka dalam kasus Korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
“Sinarmas AM sebagai salah satu unit usaha di bawah pilar Sinar Mas Financial Services tetap memberikan pelayanan, serta selalu mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh nasabah,” katanya melalui siaran pers, Kamis (25/6/2020).
Dia juga menyatakan bahwa perseroan perusahaan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua produk yang dipasarkan. Dengan demikian, menurutnya nasabah tak perlu khawatir dan tetap dapat melakukan pembelian dan penjualan produk seperti biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.