Rupiah Melemah, Terseret Sentimen Timur Tengah dan Data AS
Rupiah melemah ke Rp18.107 per dolar AS akibat penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, dan memanasnya konflik Timur Tengah.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, WUHAN - Institut virologi Wuhan, China, mengaku memiliki tiga jenis virus Corona dari kelelawar. Sayangnya, tidak ada satu pun yang cocok 100% dengan kasus Covid-19 yang kini menjalar ke seluruh dunia.
Para ilmuwan mengira, Covid-19 berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.
Direktur Institut Virologi Wuhan Wang Yanyi, menegaskan lembaganya telah mengisolasi dan memperoleh beberapa virus dari kelelawar serta membantah pernyataan bahwa semuanya hasil rekayasa.
"Sekarang kami memiliki tiga jenis virus hidup. Tetapi kesamaan tertinggi mereka dengan SARS-CoV-2 hanya mencapai 79,8 persen," katanya, merujuk pada jenis virus virus corona yang menyebabkan Covid-19, seperti diberitakan kembali AFP, Minggu (24/5/2020).
Salah satu tim riset yang dipimpin Shi Zhengli telah meneliti virus corona pada kelelawar sejak 2004 dan berfokus pada penelusuran terkait sindrom pernapasan akut SARS yang menyerang China dan Hong Kong pada 2002-2003.
"Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas. Jadi, dalam penelitian Profesor Shi yang lalu, mereka tidak memperhatikan bahwa virus itu yang kurang mirip dengan SARS,” kata Wang.
Teori konspirasi bahwa laboratorium Wuhan merupakan sumber malapetaka diampaikan antara lain oleh Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
Laboratorium menyatakan telah menerima sampel virus tak teridentifikasi pada 30 Desember. Lalu pada 2 Januari 2020, lab menentukan urutan genom virus dan menyerahkan informasi tentang patogen ke WHO pada 11 Januari.
Wang menegaskan, sebelum menerima sampel pada Desember, tim mereka tidak pernah menemukan, meneliti, atau menyimpan virus.
"Faktanya, seperti orang lain, kita bahkan tidak tahu virus itu ada. Bagaimana itu bisa bocor dari lab kita ketika kita tidak pernah memilikinya,” tuturnya.
Berita ini sudah tayang di INews.id dengan judul \'Laboratorium Wuhan Simpan 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar, Tepis Hasil Rekayasa\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : INews.id
Rupiah melemah ke Rp18.107 per dolar AS akibat penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, dan memanasnya konflik Timur Tengah.
Pemerintah Inggris memberi ultimatum kepada Apple dan Google untuk memblokir konten telanjang pada perangkat anak-anak. Perusahaan diberi waktu tiga bulan.
KAI menyiapkan 1,17 juta kursi selama libur sekolah 2026. Program diskon tiket kereta ekonomi 30% telah mendorong penjualan lebih dari 86 ribu tiket.
Kebocoran amonia di sebuah pabrik di Kalasan mencemari saluran irigasi dengan kadar di atas baku mutu. Ikan, katak, dan kepiting sawah dilaporkan mati.
PBSI menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari Australia Open 2026. Alasan resmi masih menunggu penjelasan pelatih.
Saham produsen chip AI di AS anjlok tajam hingga menghapus nilai pasar US$1,3 triliun. Nvidia, AMD, Micron, dan Broadcom menjadi yang paling terdampak.