Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Kegiatan ibadah berjemaah menjadi aktivitas yang rawan penularan Covid-19.
Sebanyak 34 jemaah Musala Baitul Muslimin di kawasan RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat menjalani test swab massal virus Corona (Covid-19).
Puluhan warga itu diperiksa pasca pasien positif Corona berinisial O ikut tarawih berjemaah di musala tersebut.
Sekretaris Kecamatan Tambora, Andre Ravnic, mengungkapkan, 34 orang tersebut terdiri dari 28 jemaah yang ikut salat tarawih berjemaah dan 6 orang merupakan warga sekitar rumah sang kakek yang sempat melakukan kontak fisik.
"Pada hari Minggu (10/5/2020) melakukan test swab awal nih terhadap 28 jemaah serta 6 orang keluarga terdekat di situ lingkungan sekitar situ," kata Andre saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (14/5/2020).
Menurut Andre, test swab massal diiniasi langsung tim Gugus Tugas Covid-19 Kecanatan Tambora. Adapun selama menunggu hasil test swab 34 orang tersebut diimbau untuk melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, selama melakukan isolasi mandiri, 34 orang ini diberikan paket bantuan sembako untuk mencukupi kehidupan selama sehari-hari.
"Tim Gugus Covid kelurahan melakukan setiap harinya. Plus tim Gugus Covid Kecamatan Tambora dibantu tim lainnya memberikan paket sembako," kata dia.
Lebih lanjut, Andre menjelaskan, terkait dengan hasil test swab 34 orang tersebut sebenarnya sudah keluar. Namun, hasilnya akan disampaikan lebih lanjut oleh kepala Puskesmas Tabora.
Sebelumnya, Andre meluruskan pemberitaan yang sempat disiarkan beberapa awak media. Dia menjelaskan, memang betul ada seorang kakek di RW 07 Jembatan Besi terinfeksi Corona. Akan tetapi, sang kakek tersebut bukan merupakan imam yang memimpin salat tarawih di musala di Jembatan Besi.
"Enggak ada kakek-kakek (positif) pimpin salat tarawih bukan begitu," kata Andre saat dikonfirmasi.
Andre menuturkan, awalnya dua minggu sebelum kasus muncul ke media. Sang anak dari kakek tersebut sudah dinyatakan positif Corona terlebih dahulu. Sebelum dievakuasi ke rumah sakit, anak tersebut diketahui kerap melakukan kontak fisik dengan kakek dan neneknya yang memang tinggal dalam satu atap.
Kakek tersebut dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil test swab. Namun ketika diberitahu bahwa sang kakek positif, justru dia menganggap bahwa dirinya masih keadaan sehat. Merasa sehat ia pun masih melakukan salat Tarawih berjemaah di Musala Baitul Muslimin, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.