Begini Syarat Konversi Motor Listrik Gratisan, Kuota Cuma 500 Orang
Masyarakat berpeluang untuk bisa mengakses layanan konversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik secara cuma-cuma.
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020./Antara-Xinhua
Harianjogja.com, JAKARTA – Pertanyaan tentang puncak kasus Covid-19 di Indonesia mengemuka dalam diskusi Satu Asa Lawan Covid-19, Rabu (22/4/2020), secara virtual di Jakarta dengan menghadirkan sejumlah pembicara seperti Ketua PB IDI Daeng Faqih, Direktur Lembaga Eijkman Profesor Amin Soebandrio, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said.
Direktur Lembaga Eijkman Profesor Amin Soebandrio mengatakan ada beberapa prediksi waktu puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ada yang memperkirakan pada akhir Mei 2020.
Namun, katanya, tidak cukup pada kapan puncak Ccovid-19 berakhir, tetapi yang penting seberapa seberapa tajam grafiknya. Misalnya, jumlah tertinggi kasus Covid-19 mendekati 100.000, setelah itu turun dengan tajam juga, sampai selesai.
Amin menyebut, bahwa jumlah orang yang terdeteksi Covid-19 dengan pemeriksaan PCR dan dirawat di rumah saskit, hanya 80 persen.
“Jika sekarang 7.000 orang positif Covid-19 dan yang dirawat di rumah sakit hanya sekitar 80 persen. Kita bisa bayangkan yang jumlah terinfeksi itu sekitar 100.000 orang, pertanyaannya apakah fasilitas kesehatan kita sudah kuat,” ujarnya.
Amin juga mengalkulasi jika puncak kasus Covid-19 tidak terlalu tinggi, mungkin 15.000 kasus dengan asumsi 80 persn yang dirawat di rumah sakit, berarti kebutuhan temat tidur sekitar 8.000.
Vaksin
Pada diskusi itu Amin juga membahas soal vaksin Covid-19. Vaksin, ujarnya, mencegah agar seseorang tidak sakit. Untuk menemukan vaksin membutuhka riset yang lama, dan mungkin belum berhasil hingga pandemi berakhir.
“Apakah Indonesia masih melanjutkan riset vaksin,” ujarnya.
Hingga kini, virus corona sudah tiga kali membuat ulah dari mulai SARS, MERS hingga Covid-19. Oleh karena itu, katanya, bukan hal yang tak mungkin bila ada pandemi virus corona berikutnya.
Jika dilakukan imunisasi untuk separuh penduduk Indonesia, yakni 260 juta, maka mesti imuniasai 150 juta orang.
Satu orang diimunisasi 2 kali, maku butuh 300 juta dosis vaksin. Dalam keadaan pandemi harganya bisa naik 10 kali, satu dosis US$10, itu pun klau ada Negara yang mau menjual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Masyarakat berpeluang untuk bisa mengakses layanan konversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik secara cuma-cuma.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.