Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Arab Saudi mengeksekusi 178 pria dan enam wanita pada 2019, lebih dari separuhnya adalah warga negara asing./Ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Pada tahun lalu, Arab Saudi mengeksekusi mati 184 orang dan merupakan jumlah tertinggi yang pernah dicatat dalam satu tahun di negara itu.
Amnesty International, dalam tinjauan global 2019 tentang hukuman mati yang diterbitkan hari ini, melaporkan Arab Saudi meningkatkan penggunaan hukuman mati bahkan ketika seluruh dunia mengurangi eksekusi mati.
Arab Saudi mengeksekusi 178 pria dan enam wanita pada 2019, lebih dari separuhnya adalah warga negara asing.
Sedangkan pada 2018 angka itu masih 149. Sebagian besar eksekusi adalah untuk pelanggaran dan pembunuhan terkait narkoba.
Kini hanya 20 negara membuka data eksekusi yang diketahui di seluruh dunia.
Iran tetap menjadi algojo paling produktif kedua di dunia setelah China, namun jumlah orang yang dihukum mati tetap menjadi rahasia negara. Jumlah eksekusi hampir dua kali lipat di Irak, menurut laporan itu seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (21/4/2020).
Eksekusi global menurun untuk tahun keempat berturut-turut menjadi setidaknya 657 pada 2019 dari setidaknya 690 pada tahun sebelumnya sekaligus menjadi angka terendah yang tercatat dalam dekade terakhir.
Lima negara pelaksana hukuman mati teratas pada 2019 adalah: China (1000-an), Iran (setidaknya 251), Arab Saudi (184), Irak (setidaknya 100) dan Mesir (setidaknya 32).
Untuk pertama kalinya sejak 2010, tidak ada eksekusi yang dilakukan di Afghanistan.
Wilayah Asia-Pasifik juga mengalami penurunan eksekusi untuk pertama kalinya sejak 2011.
"Hukuman mati adalah hukuman yang menjijikkan dan tidak manusiawi, dan tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa hukuman itu mencegah kejahatan lebih dari hukuman penjara," kata Clare Algar, Direktur Senior Riset, Advokasi dan Kebijakan Amnesty International.
Algar menambahkan bahwa sejumlah kecil negara menentang tren global menjauh dari hukuman mati dengan semakin meningkatkan eksekusi.
"Semakin meningkatnya penggunaan hukuman mati di Arab Saudi, termasuk sebagai senjata melawan pembangkang politik, adalah perkembangan yang mengkhawatirkan," kata Algar.
Amnesty International juga mendokumentasikan meningkatnya penggunaan hukuman mati terhadap mereka yang berasal dari minoritas Muslim Syiah Arab Saudi.
Pada 23 April 2019, ada eksekusi massal 37 orang yang di antaranya 32 orang Syiah. Mereka dihukum dengan tuduhan "terorisme" setelah pengadilan mengandalkan pengakuan palsu melalui penyiksaan, kata Algar.
Orang-orang dibawa ke Pengadilan Kriminal Khusus (SCC) Arab Saudi, yang didirikan pada 2008 untuk mengadili mereka yang dituduh melakukan kejahatan terkait teror. Tetapi pengadilan itu, menurut Amnesty Internasional, lebih digunakan untuk menekan perbedaan pendapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.