Spotify Diunduh 1 Miliar di Android
Aplikasi pemutar musik Spotify mencatat jumlah unduhan 1 miliar di platform Android berdasarkan statistik Google Play Store.
Satwa kalong (Pteropus vampyrus) ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JAKARTA – Ilmuwan menemukan enam jenis virus Corona baru pada hewan kelelawar yang berbasis di Myanmar.
Virus tersebut dilaporkan berada dalam keluarga yang sama dengan SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab pandemi Covid-19. Akan tetapi, virus baru itu tidak terkait secara genetik dengan wabah saat ini.
Keenam jenis virus Corona baru itu ditemukan dalam tiga spesies kelelawar yang berbeda, yakni kelelawar great asiatic yellow house, kelelawar wrinkle-lipped free tailed, dan kelelawar horsefield leaf-nosed.
Tim peneliti mencatat bahwa studi tambahan akan diperlukan untuk menentukan apakah virus Corona baru ini memiliki potensi penularan lintas spesies. Upaya ini diperlukan untuk memahami risiko terhadap kesehatan manusia.
Penelitian terbaru dilakukan oleh Smithsonian Global Health Program yang diharapkan bisa membantu para ahli memahami keanekaragaman virus corona pada kelelawar dan menginformasikannya upaya global untuk mendeteksi, mencegah, dan menanggapi potensi penyakit menular.
Marc Valitutto, mantan dokter hewan di Smithsonian Global Health Program dan penulis utama studi ini mengatakan bahwa pandemi virus mengingatkan betapa eratnya kesehatan manusia yang terhubung dengan kesehatan satwa liar dan lingkungan.
“Di seluruh dunia, manusia berinteraksi dengan satwa liar dengan frekuensi yang terus meningkat. Jadi, semakin kita mengerti tentang virus pada hewan, semakin baik kita dapat mengurangi potensi pandemi mereka,” katanya seperti dikutip Daily Mail, Rabu (15/4/2020).
Valitutto dan tim mengumpulkan air liar dan sampel tinja dari 11 spesies kelelawar yang berbeda di beberapa wilayah Myanmar. Secara keseluruhan, ada lebih dari 750 sampel yang dikumpulkan mulai dari Mei 2016 hingga Agustus 2018.
Sampel kemudian diuji dan dibandingkan dengan virus corona lain yang diketahui dan memberikan hasil enam jenis virus yang belum ada sebelumnya. Dilaporkan oleh Live Science, enam virus corona baru ini diberi nama PREDICT-CoV-90 (ditemukan di kelelawar great asiatic yellow house).
PREDICT-CoV-47 dan PEDICT-CoV-82 (ditemukan pada kelelawar wrinkle-lipped free tailed) serta PREDICT CoV-92, PREDICT CoV-93, PREDICT-CoV-96 (ditemukan pada kelelawar horsefield leaf-nosed).
Suzan Murray, direktur Smithsonian Global Health Program dan penulis pendamping penelitian enyebut bahwa banyak virus corona yang mungkin tidak menimbulkan risiko bagi manusia. Akan tetapi, perlu identifikasi sejak dini untuk memastikan hal tersebut.
“Pengawasan, penelitian, dan pendidikan yang waspada adalah alat terbaik yang kita miliki untuk mencegah pandemi sebelum terjadi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com, Daily.mail
Aplikasi pemutar musik Spotify mencatat jumlah unduhan 1 miliar di platform Android berdasarkan statistik Google Play Store.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.