Pakar Sebut PSBB Tak Efektif Tanpa Penambahan Tes Swab

Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan Kamis, 09 April 2020 21:27 WIB
Pakar Sebut PSBB Tak Efektif Tanpa Penambahan Tes Swab

Warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di Jakarta, Selasa (7/4/2020)./JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha

Harianjogja.com, JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak akan efektif menahan penyebaran virus Corona tanpa penambahan kapasitas tes swab Covid-19.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono, menjelaskan bahwa hal tersebut mengacu pada pemodelan skenario dari FKM UI.

Skenario tersebut mengungkap bahwa mulai Maret sampai April 2020, apabila tak ada intervensi apapun dari pemerintah, kasus Covid-19 bisa tembus 2,5 juta secara nasional.

Sementara apabila intervensi dilakukan secara ringan atau berupa imbauan, jumlah bisa berkurang menjadi sekitar 2 juta. Sementara apabila lebih ketat, maka bisa lebih ditekan hingga 1,5 juta.

"Kalau yang berat seperti PSBB dan karantina itu 500.000 kasus. Sekarang ini 50 persen kasus ada di Jakarta, berarti berpotensi menghadapi sekitar 250.000 kasus," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (9/4/2020).

Oleh sebab itu, menurut pria yang masuk ke tim ahli Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 nasional maupun daerah DKI Jakarta ini, kemampuan screening pasien positif Covid-19 adalah kunci.

"Jadi walaupun sudah menerapkan PSBB, kalau kemampuan tes dan deteksi kita hanya sedikit, tidak dilakukan seperti Korea Selatan, seperti tes massal, kita tetap akan panjang (periode pandemi)," jelasnya.

Menurut Tri, sebenarnya opsi penjagaan ketat perbatasan Jakarta semacam lockdown juga akan berdampak besar, "Tapi karena tidak mungkin dilakukan, maka optimalkan PSBB yang diiringi dengan screening sebanyak mungkin warga yang berkegiatan di Jakarta."

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengaku terus mendorong agar ketersediaan kapasitas tes swab dan Polymerase Chain Reaction (PCR) semakin banyak lagi.

Terkini, Kementerian Kesehatan baru menunjuk tiga laboratorium di wilayah DKI Jakarta yang sanggup melayani pemeriksaan spesimen Covid-19.

Di antaranya, Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman wilayah DKI Jakarta, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan wilayah kerja di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online