Polri Siapkan 260 Personel Tangani Dampak Gempa Flores M7,7
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Kak Seto/JIBI/SOLOPOS-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JAKARTA - Psikolog Kak Seto atau yang memiliki nama lengkap Dr Seto Mulyadi mengajak orang tua menjadi guru bagi anak-anak menggantikan peran tenaga pendidik di sekolah selama belajar di rumah.
“Untuk menghargai anak-anak, tetap harus bisa sediakan kekuatan sabar yang melimpah dan kreativitas. Mengajar bisa sambil menyanyi atau dongeng bisa dengan boneka,” katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).
Kak Seto mendorong orang tua untuk menjadi guru sesuai dengan tren kekinian yakni penuh dengan kreativitas dan menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar.
Tujuannya, lanjut dia, agar anak-anak tidak stres saat belajar di rumah karena cara mengajar orang tua yang kemungkinan kurang sabar.
Selain ikut mengajarkan anak-anak mata pelajaran di sekolah selama masa Covid-19 ini, Kak Seto juga mendorong orang tua tidak henti mengedukasi anak-anaknya terkait etika batuk dan bersin serta menjaga kesehatan.
Ia juga mendorong orang tua mengedukasi anak-anak untuk menjaga jarak satu hingga dua meter dari orang lain jika terpaksa harus keluar rumah.
“Saat bersin, menutup dengan siku bagian dalam. Tentu juga diajarkan cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Kita harus tetap produktif di rumah baik bagi ayah dan bunda termasuk bekerja dan beribadah dari rumah,” imbuhnya.
Dengan cara edukatif dan kreatif itu, ia yakin penularan virus corona bisa ditekan, yang diawali sinergi dari keluarga.
“Ayah, bunda dan anak-anak dengan potensinya, bersinergi menjadi satu untuk bisa memenangkan upaya melawan corona ini. Mari bersama memang melawan Coviddan Indonesia bisa,” ujar Kak Seto.
Kak Seto hadir di BNPB untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara-cara menumbuhkan energi positif di kalangan keluarga khususnya saat berada di dalam rumah menghindari penyebaran Covid-19.
Ia mengajak para orang tua menerapkan cara "GEMBIRA" kepada anak-anak yang merupakan kepanjangan dari gerak, emosi cerdas, makan dan minum sehat, beribadah di rumah, istirahat, rukun dan aktif berkarya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Promo 17 Agustus 2026 hadir dari KAI, Ancol, CFC, Kopi Kenangan hingga Gramedia dengan diskon dan paket hemat.