Menteri Keuangan di Jerman Bunuh Diri karena Khawatir Dampak Corona

Syaiful Millah
Syaiful Millah Senin, 30 Maret 2020 21:47 WIB
Menteri Keuangan di Jerman Bunuh Diri karena Khawatir Dampak Corona

Thomas Schaefer/Dok.

Harianjogja.com, JAKARTA – Thomas Schaefer, Menteri Keuangan Negara Bagian Hesse, Jerman, dilaporkan bunuh diri karena kekhawatiran mengatasi kejatuhan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Schaefer yang berusia 54 tahun ditemukan tewas di dekat jalur kereta api pada Sabtu (28/3) waktu setempat. Kantor kejaksaan Wiesbaden mengatakan bahwa mereka yakin Schaefer mati karena bunuh diri.

“Kami kaget, kami tak percaya, dan di atas segalanya kami sangat sedih,” kata Volker Bouffier, Perdana Menteri Negara dalam sebuah pernyataan tertulis seperti dikutip Straits Times, Senin (30/3).

Bouffier yang merasa terguncang mengatakan bahwa Schaefer merupakan kepala keuangan Hesse selama 10 tahun terakhir dan telah bekerja sepenuh hati membantu perusahaan dan pekerja menangani dampak ekonomi dari pandemi ini.

“Saat ini, kami berasumsi bahwa dia sangat khawatir. Justru selama masa sulit ini kita akan membutuhkan orang seperti dia,” imbuhnya.

Schaefer juga merupakan tokoh populer dan dihormati di kalangan masyarakat setempat. Dia bahkan telah lama disebut-sebut sebagai calon penggan Bouffier, yang kini duduk di kursi Perdana Menteri Negara.

Adapun, negara bagian Hesse merupakan rumah bagi ibukota keuangan Jerman Frankfurt, di mana pemberi pinjaman utama seperti Deutsche Bank dan Commerzbank memiliki kantor pusat mereka di Hesse. European Central Bank juga berlokasi di Frankfurt.

Sementara itu, berdasarkan data Worldometer hingga hari ini Jerman telah mencatatkan sebanyak 62.095 kasus positif Covid-19, dengan jumlah kematian sebanyak 541 kasus dan jumlah kesembuhan pasien sebanyak 9.211 kasus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online