Gempa M7,1 Jepang Diduga Berkaitan dengan Sesar Lama 2016
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
Simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona di RSUD dr. Moewardi Solo, Minggu (31/1/2020). /Solopos-Wahyu Prakoso
Harianjogja.com, SEMARANG -- Satu dari dua pasien suspect corona di RSUD Dr Moewardi Solo terkait virus Corona meninggal dunia, Rabu (12/3/2020).
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, dalam konferensi pers di Semarang, Kamis (12/3/2020) malam. Dia menyampaikan perkembangan wabah virus corona yang terpantau di rumah sakit dan dinas kesehatan se-Jawa Tengah.
"Sampai saat ini data dari informasi yang kami terima dari faskes di Jawa Tengah, dari dinas kesehatan kabupaten kota, pasien yang masih dirawat tinggal 2 orang. Yang satu di RSUD Moewardi, yang satu di RSUP Dr Kariadi [Semarang]," kata Yulianto.
Menurutnya, dari 39 pasien suspect virus corona (covid-19) yang selama ini dirawat di berbagai rumah sakit, 35 orang di antaranya sudah dinyatakan negatif. Mereka dipulangkan karena dinyatakan sudah dalam keadaan sehat atau sembuh. Namun, ada satu pasien yang meninggal dunia.
"Lalu kemarin itu ada satu pasien dalam pengawasan meninggal dunia, yaitu yang dirawat (suspect corona) di RSUD Moewardi Surakarta. Namun sampai saat ini penyebab kematiannya ini adalah disebabkan karena gagal napas, pneumonia," kata Yulianto.
Dengan demikian, ada dua kematian pasien yang sedang diisolasi terkait virus corona di Jawa Tengah. Kasus kematian pertama adalah kematian pasien yang diisolasi di RSUP Dr Kariadi, Semarang, yang belakangan diketahui menderita flu babi. Kasus kedua adalah suspect corona di RSUD Moewardi Solo.
"Sehingga selama ini ada dua kematian yang dulu pertama di RS Kariadi. Penyebabnya sedang kita lacak, yang jelas meninggalnya karena gagal napas disebabkan oleh pneumonia," tutupnya.
Pulang dari Bogor
Sementara itu satu pasien suspect corona di RSUD Dr Moewardi Solo lainnya dalam keadaan baik. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng menyebutkan kedua pasien yang diisolasi di RSUD Moewardi tersebut menderita batuk dan pilek setelah pulang dari sebuah seminar di Bogor.
Mereka yang berusia 59 dan 58 tahun itu sama-sama mengikuti seminar di Bogor tersebut pada 25-28 Februari 2020. Sehari kemudian atau 29 Februari, mereka mulai menderita batu dan pilek dan masuk dalam observasi. Awalnya, mereka masuk ke RS di sekitar Solo sebelum dirujuk ke RS Dr Moewardi.
Meski demikian, kedua pasien tersebut tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri. Sedangkan terkait riwayat kontak mereka dengan penderita virus corona, Dinas Kesehatan belum mendapatkan data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.