Anak Balita 2 Tahun Dibawa Kabur Pengemis
Anak balita yang baru berusia dua tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, dibawa kabur seorang pengemis perempuan, pada Jumat (14/5/2021).
Ilustrasi/Reuters-Beawiharta
Harianjogja.com, SRAGEN—Hendro Prasetyo, 30, driver Gojek asal Dusun Kedusan, RT 15/RW 07, Desa Karangmalang, Masaran, Sragen, menjadi korban peluru nyasar polisi yang ingin melumpuhkan kawanan pencuri di wilayah Masaran, Selasa (25/2/2020) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kala itu, Hendro yang tengah menunggu di pinggir jalan dikejutkan dengan kejar-kejaran mobil polisi dengan mobil Toyota Avanza warna silver berpelat nomor B 1204 VFM yang membawa kawanan pencuri. Pada saat itu, polisi sempat melepaskan beberapa tembakan ke arah mobil itu. Nahas, salah satu tembakan itu mengenai Hendro.
Hendro sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Masaran. Ia lalu dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo. Pada Rabu, Hendro dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di tubuhnya.
"Peluru dari tembakan itu menembus lengan kanan, mengenai tulang, lalu bersarang di bawah ketiak. Kalau tidak terkena lengan, mungkin peluru itu menembus organ dalam seperti paru-paru sehingga dampaknya bisa lebih parah," kata Suroto, 40, kakak kandung dari Hendro saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia di rumahnya, Rabu (26/2).
Suroto menyesalkan polisi yang ceroboh melepaskan tembakan hingga mengenai adiknya. Dia bersyukur polisi mau bertanggung jawab dengan membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saya dapat cerita soal kejadian yang dialami adik saya juga dari polisi yang saya temui di rumah sakit. Pada intinya, polisi mau bertanggung jawab. Kalau sampai tidak tanggung jawab, saya berani menuntut karena itu murni kesalahan polisi. Bagaimana pun, bermain dengan tembakan itu taruhannya nyawa. Coba kalau peluru itu mengenai kepala tentu sangat fatal akibatnya. Polisi seharusnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk menembak," tegasnya.
Saliyem, 65, ibu Hendro, sudah mrasa waswas saat mengetahui putra bungsunya itu belum pulang hingga pukul 24.00 WIB. Biasanya, Hendro pulang pada pukul 23.00 WIB. Perasaan dia makin tidak karuan saat beberapa tetangga tiba-tiba berdatangan ke rumahnya pada tengah malam. Dari tetangganya, ia mendapat kabar putranya dirawat di rumah sakit karena insiden peluru nyasar itu. “Sepanjang malam saya tidak bisa tidur karena gelisah memikirkan anak saya. Baru pada Subuh, saya sedikit lega karena bisa berkomunikasi melalui video call dengan anak saya yang berada di rumah sakit,” papar Saliyem.
Hendro masih bisa berkomunikasi dengan lancar meski harus menahan sakit. Dia juga masih bisa berjalan untuk sekadar buang air kecil di kamar mandi rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui polisi dari mana yang mengejar pelaku pencurian hingga mengakibatkan insiden salah tempat itu. Menurut informasi yang beredar, polisi mengejar kawanan penjahat itu dari Boyolali. Kawanan penjahat yang berjumlah dua orang itu akhirnya bisa dibekuk di Karangpandan, Karanganyar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Anak balita yang baru berusia dua tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, dibawa kabur seorang pengemis perempuan, pada Jumat (14/5/2021).
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.