2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra, Asap Ganggu Pekanbaru
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Fatmawati/Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu menilai Sukmawati Soekarnoputri sudah keterlaluan karena membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno.
Melalui akun Twitter miliknya @msaid_didu, Said Didu memberikan penjelasan menohok untuk Sukmawati.
"Bu Sukmawati yth, bendera Syarikat Islam yang berjuang memerdekakan Indonesia itu tertulis Arab dengan dua kalimat syahadat, juga ormas lain," cuit Said Didu seperti dikutip Suara.com, Jumat (15/11/2019).
Menurut Said Didu, saat merebut kemerdekaan Indonesia dahulu para pejuang kemerdekaan, termasuk Soekarno juga selalu menyebut nama Nabi Muhammad sebagai sosok yang dimuliakan.
Tak hanya itu, pahlawan Indonesia yang memiliki nama Muhammad juga sangat banyak. Mereka ikut ambil bagian memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Pejuang kemerdekaan, termasuk Soekarno juga selalu menyebut nama nabi Muhammad. Banyak sekali pahlawan kita bernama Muhammad," ungkapnya.
Said Didu sendiri masih bingung dengan maksud Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno. Bila yang dimaksud Muhammad adalah nabi maka sikap Sukmawati sudah keterlaluan.
"Saya gak tahu yang dimaksud Muhammad siapa? Kalau yang dimaksud Nabi Muhammad maka sudah keterlaluan. Kalaupun Muhammad yang lain, juga salah karena banyak sekali pahlawan kita yang ikut berjuang bernama Muhammad," tuturnya.
Untuk diketahui, Sukmawati sempat membandingkan peran Nabi Muhammad dan Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan.
"Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia?," kata Sukmawati dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk \'Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme\' di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Pria 40 tahun ditemukan tewas penuh luka di rumah warga Pajangan Bantul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di runway 13 Bandara Sultan Hasanuddin. Operasional penerbangan tetap berjalan normal.
Kondisi siswa SMPN 6 Boyolali membaik setelah dugaan keracunan MBG. Sebanyak 26 siswa yang sempat absen kini kembali sekolah.