Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi hujan./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat diimbau agar memangkas ranting-ranting pohon di sekitar pekarangan rumah untuk mengantisipasi bahaya cuaca ekstrem yang terjadi akibat peralihan musim.
"Kita mewaspadai apabila terjadi angin kencang, sewaktu-waktu ranting atau pohon-pohon bisa tumbang sehingga membahayakan keselamatan," kata Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Selain menyarankan untuk melakukan peremajaan pohon, masyarakat juga diminta mengecek atap rumah berbahan genteng karena memasuki peralihan musim diperkirakan intensitas curah hujan akan tinggi.
Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peralihan musim kemarau ke musim hujan ditandai dengan cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.
"Bisa saja hujannya disertai angin kencang dan petir yang terjadi secara tiba-tiba, ini perlu diantisipasi masyarakat salah satunya memastikan bangunan rumah dalam kondisi baik," katanya.
Kemudian, untuk mengantisipasi banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi, masyarakat juga didorong membersihkan saluran air atau selokan di pekarangan rumah masing-masing.
Hal tersebut memang cukup sederhana namun apabila tidak dilakukan masyarakat, terutama memasuki musim hujan, dapat menyebabkan penyumbatan saluran air sehingga terjadi banjir.
Senada dengan itu, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan peralihan musim kemarau ke musim hujan biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem, oleh sebab itu masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Fenomena ekstrem itu biasanya perubahan cuaca cepat, pagi hingga siang panas terik dan sore tiba-tiba hujan deras disertai petir," katanya.
Fenomena ekstrem tersebut, ujarnya, kadang berlangsung dalam durasi cukup singkat. Dampaknya dapat berupa hujan deras, banjir, hingga menyebabkan pohon tumbang dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.