SBY Nyanyi di Distoria 2026, Festival Musik Pelajar Magelang Meriah
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Mahasiswa mengajarkan cara cuci tangan yang benar pada siswa SDN Keditan, Ngablak Kabupaten Magelang, Senin (14/11/2019). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Summer Course 2019 in Interprofessional Health Care: Emergency and Trauma Care./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG-- Paparan pestisida secara kronis disebut dapat menyebabkan kondisi silent emergency yakni suatu kondisi gawat darurat yang tak terlihat atau disadari. Kondisi ini salah satunya terjadi di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Bertolak dari kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Farmasi menggelar kegiatan Summer Course 2019 in Interprofessional Health Care: Emergency and Trauma Care di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, utamanya di Kecamatan Ngablak. Kegiatan ini melibatkan puluhan mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri.
Panitia sekaligus pencetus ide Summer Course 2019, Ismail Setyopranoto, mengatakan timnya pernah meneliti petani di empat dusun di Desa Seloprojo, Ngablak pada 2016. Hasilnya, 60% petani menggunakan pestisida dalam mengolah pertanian mereka.
Hasil lanjutan menunjukkan petani di wilayah itu terpapar pestisida jangka panjang yang menyebabkan dampak pada neurologis (sistem saraf). Ada empat masalah yang ditemukan yakni sensasi kebas yang tinggi, berkurangnya kemampuan intelektual seperti lebih cepat pikun, ditambah paparan rokok menyebabkan meningkatnya lemak di pembuluh darah serta stunting.
"Ini adalah emergency yang tidak akut, namun dampak yang akan datang akan sangat mengganggu. Karenanya, kami mengajukan ke UGM untuk dilakukan penelitian pengembangan," katanya, Senin (4/11/2019).
Kepala Puskesmas Ngablak, Niken Sulistyo, mengatakan berdasarkan data, paparan pestisida di wilayahnya mencapai 38%. Gejala yang muncul di antaranya mual dan gatal-gatal. Penanganan dilakukan di Puskesmas dan jika tahap lanjut dirujuk ke rumah sakit.
Penyebab terjadinya paparan adalah kurangnya kesadaran petani menggunakan APD (alat pengamanan diri) saat menggunakan pestisida. "Alasannya adalah tidak punya serta ribet menggunakannya. Kami terus mengupayakan agar kesadaran petani menggunakan APD meningkat," jelasnya.
Camat Ngablak, Budi Daryanto, menyebutkan di wilayah yang berada di kawasan pegunungan Andong tersebut, 80% warga adalah petani dengan komoditas tanaman sayuran serta hortikultura. Penggunaan pestisida oleh petani tergolong sangat tinggi.
"Petani tidak berpikir efek buruk dari pestisida, yang penting adalah hasil panen mereka bagus tanpa hama. Memang saat ini ada kelompok tani yang mulai menggunakan sistem organik, namun belum begitu banyak. Jika tidak ada edukasi dari UGM seperti ini, banyak petani tidak tahu kalau pestisida ada efek buruknya," jelas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Belanja APBN di DIY mencapai Rp11,61 triliun hingga Juli 2026, dengan TKD Rp5,33 triliun dan sejumlah program strategis berjalan.
PSS Sleman memaparkan progres Home Ground Training, akademi usia muda, tata kelola klub hingga kesiapan tim dalam sarasehan bersama BCS dan Slemania jelang Supe
PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), menghadirkan empat kerja sama strategis
Cara parkir paralel mobil hybrid Toyota agar bisa dipindahkan saat pemilik tidak berada di dalam kendaraan. Simak fungsi EPB, posisi N, dan shift lock.
Khawatir NIK disalahgunakan untuk judi online atau pinjaman ilegal? Simak cara cek status NIK melalui SLIK OJK secara online maupun offline.