Jadwal UEFA Nations League 2026-2027: Belanda vs Jerman hingga Inggris vs Spanyol
Jadwal UEFA Nations League 2026/2027 mulai 24 September. Simak Belanda vs Jerman, Inggris vs Spanyol, dan jadwal lengkapnya.
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar/Flickr
Harianjogja.com, JOGJA-- DPRD DIY memunculkan gagasan pembentukan financial technology (fintech) lokal DIY untuk menyasar transaksi digital sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Keberadaan fintech lokal dinilai akan membuat perputaran uang lebih menguntungkan DIY.
Gagasan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana. Politikus PKS ini mengatakan perputaran uang sebagai dampak dari pariwisata dan UMKM di wilayah DIY saat ini terus tumbuh. Apalagi, di era digital saat ini transaksi yang dilakukan tak lagi konvensional, melainkan dengan sistem fintech. Sehingga pihak pengelola aplikasi fintech ini turut diuntungkan.
“Sementara pengelola [fintech] itu lebih banyak bukan berasal dari DIY, sehingga perputaran uang itu menguntungkan pihak luar DIY bahkan beberapa menguntungkan pihak asing, kami sarankan agar itu bisa dikelola DIY,” katanya, Sabtu (26/10/2019).
Huda menyarankan, agar DIY memiliki fintech lokal yang bisa menampung transaksi di wilayah DIY, sehingga perputaran uang bisa memberikan manfaat bagi warga. Apalagi saat ini bermunculan ratusan start up di DIY yang sangat potensial untuk bisa menggunakan transaksi melalui fintech lokal.
“Konsep fintech lokal ini saya rasa bisa diterapkan di DIY, bisa masuk wilayah objek wisata, UMKM dan start up lainnya. Dari sisi sumber daya manusia, kami merasa itu pasti ada yang bisa mendukung untuk merealisasikan,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Rony Primanto Hari mengatakan DIY memiliki SDM lumayan banyak untuk mengembangkan fintech lokal. Sejak 2017 tercatat ada 120 start up di DIY, selain itu banyak perusahaan aplikasi yang memiliki kantor pengembangannya di Jogja. Di sisi lain, ratusan perguruan tinggi di Jogja banyak yang memiliki prodi bidang teknologi informasi.
“Fintech memang bisa menjadi solusi untuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, karena banyak transaksi yang dilakukan scara digital,” katanya.
Namun salah satu kendala yang kemungkinan muncul untuk mewujudkan fintech lokal yaitu, minimnya akses dana bagi pelaku start up. Padahal start up bisa digandeng untuk realisasi fintech. “Kami ikut mendorong agar start up ini bisa berkembang,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal UEFA Nations League 2026/2027 mulai 24 September. Simak Belanda vs Jerman, Inggris vs Spanyol, dan jadwal lengkapnya.
AFC Nations League disiapkan AFC. Simak proyeksi divisi Timnas Indonesia berdasarkan ranking FIFA dan status format kompetisi.
Helm yang terkena hujan jangan langsung disimpan. Simak 3 cara merawat helm agar tidak bau apek, tetap nyaman, dan awet digunakan.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September 2026 dibatalkan karena cuaca buruk. Tiket Ticketmaster akan direfund otomatis.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.