Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Panen perdana varietas Rojolele Srinuk dan Rojolele Srinar di Kawasan Agro Techno Park (ATP), Klaten, Jawa Tengah, Selasa (22/10/2019). /Ist-Batan.
Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi nuklir tidak hanya dikenal sebagai senjata pemusnah massal. Namun nuklir untuk tujuan damai bisa bermanfaat untuk masyarakat, seperti bisa meningkatkan kualitas varietas padi.
Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui teknologi nuklir yang dimiliki berhasil memperbaiki varietas padi Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk di Kawasan Agro Techno Park (ATP), di Klaten, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Totti Tjiptosumirat menjelaskan, pihaknya mempunyai peran penting di bidang pertanian guna menghasilkan varietas unggul dengan memanfaatkan nuklir. Meski pun banyak varietas padi lain, namun varietas padi hasil penelitian nuklir diharapkan banyak disukai masyarakat sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan memperbaiki kualitas varietas ini, kata dia, merupakan komitmen Batan dalam memanfaatkan nuklir untuk tujuan damai, khususnya di bidang pertanian. Selain itu, dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemanfaatan teknologi nuklir tidak hanya untuk senjata dan energi saja, melainkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang.
“Kami ingin membuktikan bahwa nuklir bukan hanya dikenal sebagai pemusnah massal dan hingga saat ini banyak masyarakat yang mempunyai persepsi negatif pada energi nuklir, namun teknologi nuklir dapat dimanfaatkan di bidang lain, seperti pangan,” terang dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (22/10/2019)
Ia berharap, varietas padi Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk dapat mendukung produksi padi di Klaten, yang tentunya bisa memberikan dampak terhadap produksi padi di Jawa Tengah.
Peneliti Batan, Sobrizal menambahkan riset varietas Rojolele ini dimulai sejak 2013, sesuai permintaan masyarakat agar Batan memperbaiki varietas tersebut. Perbaikan dilakukan dengan radiasi sinar gamma pada dosis 200 Gy. Kemudian dihasilkan varietas baru yakni Rojolele Srinuk dan Rojolele Srinar yang lebih unggul. “Keunggulan dua varietas ini dibandingkan dengan induknya antara lain mempunyai umur lebih pendek kurang dari 120 hari sedangkan umur induknya mencapai 155 hari,” ucapnya.
Keunggulan lain, lanjutnya, tinggi tanaman sekitar 105 sentimeter sehingga tidak mudah roboh serta memiliki ketahanan hama penyakit lebih baik. Produksinya pun lebih tinggi mencapai sembilan ton per hektare, padahal induknya hanya mencapai tujuh ton hektare.
“Mutu fisik beras dan mutu organoleptik [rasa nasi, aroma] setidaknya sama dan bahkan cenderung lebih baik dibandingkan induknya,”ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.