Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Badai pasir di Kingaroy ubah siang menjadi seperti malam/Bailey Dong
Harianjogja.com, QUEENSLAND-- Dahsyatnya badai pasir terjadi di Kingaroy, Queensland, Australia, pada Kamis (17/10/2019) mengubah siang menjadi gelap gulita seperti malam hari hanya dalam hitungan detik.
Dikutip dari BBC, Jumat (18/10/2019), kecepatan angin saat menerjang Kingaroy mencapai 90 kilometer per jam, namun hanya berlangsung beberapa menit lalu melintasi kota tersebut.
Para ahli meteorologi mengatakan, fenomena ini disebabkan musim kemarau yang masih berlangsung di Queensland.
Diperkirakan badai pasir dengan kecepatan angin yang tinggi masih terus terjadi sepanjang musim kering. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa.
Pada Mei lalu badai pasir juga menerjang kota kecil di Negara Bagian Victoria. Banyaknya pasir yang berterbangan menyelimuti kota itu dan mengubah terang menjadi gelap gulita seperti malam.
Stasiun televisi ABC melaporkan, jarak pandang memburuk saat gumpalan pasir yang tampak seperti awan merah muncul ke arah bandara, sebuah fenomena yang biasa terjadi di musim panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage