Oracle PHK 21.000 Karyawan, AI Ubah Struktur Kerja Global
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.
Wifi/Wikipedia
Harianjogja.com, TARAKAN –Sulitnya akses internet memaksa memaksa masyarakat di perbatasan menyewa WiFi yang harganya cukup mahal. Mahalnya harga sewa WiFi disebabkan internet yang diperoleh dari masyarakat berasal dari internet yang ditembakan dari satelit. Berbeda dengan Jabodetabek yang umumnya akses internet diperoleh dari gelaran kabel serat optik.
Berdasarkan pengalaman JIBI/Bisnis mengikuti kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ke SMAN 01 Krayan, Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara, sinyal internet di daerah ini sama sekali tidak ada, bahkan untuk sekelas Telkomsel.
Mungkin untuk sekitaran SMA 01 kita masih mendapatkan akses internet sebesar 12 Mbps berkat program yang digalakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), yang menyalurkan akses internet ke titik sekolah dan puskemas di daerah terluar, terdepan dan tertinggal.
Namun di luar sekolah, kondisi sinyal internet sangat parah. Maklum, Krayan bukanlah perkotaan melainkan daerah perbatasan yang hanya butuh 20 menit untuk ke Malaysia dari Krayan.
Satu-satuunya cara menikmati layanan internet di Krayan adalah dengan membeli kuota dari warung WiFi atau para penyedia penginapan yang bekerja sama dengan Ubiqu, sebuah perusahaan internet satelit.
Untuk menikmati internet di perbatasan, anda harus mengocek kantong cukup dalam sebab pengelola penginapan menawarkan tarif WiFi dengan harga yang fantastis. Pengelola penginapan mematok layanan WiFi untuk kuota 120 MB seharga Rp20.000.
Kemudian untuk 250 MB pengelola penginapan mematok harga senilai Rp30.000. Selanjutnya untuk 500 MB pengelola penginapan mematok harga Rp60.000.
Terakhir pada harga yang teratas, untuk kuota WiFi 1 GB, pengelola penginapan menawarkan harga senilai Rp120.000.
Salah seorang pemilik warung WiFi dan pemilik penginapan di Krayan, Lestari, mengatakan dalam sehari dirinya bisa mengantongi omzet sekitar Rp500.000 dari bisnis sewa WiFi saja.
Hal tersebut belum termasuk jika penginapannya dikunjungi oleh tamu, sebab para tamu umumnya haus akan internet, sehingga pemasukan Lestari bisa lebih tinggi lagi.
“Sehari bisa Rp500.000, karena kan memakai satelit, jadi mahal ya, selain itu kalau cuaca lagi hujan besar, tidak ada sinyal biasanya,” kata Lestari, Sabtu (31/8/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.