Seskab Teddy Sebut MotoGP Mandalika Momentum Pembalap Muda Indonesia
Teddy Indra Wijaya menilai MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.
Bripka RE ditembak. /Ist -Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Adanya kasus penembakan sesama polisi di Depok, Jawa Barat, cukup menggemparkan kalangan kepolisian dan juga masyarakat.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut cukup banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya kasus polisi menembak polisi.
"Kami menilai cukup banyak hal yang melatarbelakangi hingga puncaknya polisi tersebut tega menghabisi nyawa temannya dengan senjata api," katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Neta mengakui masih adanya sikap arogansi yang masih kental dalam budaya kepolisian Indonesia yang menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi.
Lalu, kata dia, beban kerja yang cukup berat, terutama dalam menjaga keamanan sepanjang Pemilu dan Pilpres di berbagai daerah yang kerap menjadi tekanan psikis.
Di sisi lain, Neta mengingatkan, ada persoalan akut yang melilit anggota Polri, terutama di jajaran bawah, yaitu persoalan rumah tangga akibat terbatasnya penghasilan sebagai polisi yang hidup di kota besar.
"Ini kerap menjadi tekanan tersendiri bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas profesionalnya, dan ini pula yang kerap menjadi penyebab utama mudahnya emosi polisi jajaran bawah gampang meledak menjadi beringas dan sadis," ungkapnya.
Tak heran, ia mengatakan jika dari tahun ke tahun terus terjadi kasus polisi tembak polisi, polisi yang berulah menjadi koboi kepada masyarakat, atau polisi bunuh diri dengan pistolnya sendiri.
Persoalan lain, kata dia, adalah gaya hidup hedonis yang kerap menimbulkan konflik antar teman, selain adanya tekanan atasan yang kerap memberikan target untuk pencapaian prestasi atasan itu sendiri.
Untuk kasus terbaru yang terjadi di Depok, Neta menilai pemicunya adalah persoalan sangat sepele yang menunjukkan arogansi dan tidak terkontrolnya emosi.
Senada, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra sangat prihatin terjadinya insiden yang sebenarnya dipicu persoalan yang sangat sepele.
"[Pemicunya] sangat sepele. Saya berpikir kejiwaan oknum itu tidak normal, sangat emosional," katanya.
Sebagaimana diwartakan, terjadi penembakan terhadap Bripka RE oleh Brigadir RT di Polsek Cimanggis, Depok, Kamis (25/7) malam, karena RT merasa kesal permintaannya tak dituruti korban RE.
Perselisihan bermula dari RE yang juga anggota Samsat Polda Metro Jaya mengamankan seorang pelaku tawuran berinisial FZ, pada Kamis malam.
Kemudian datang orangtua pelaku berinisial Z bersama dengan Brigadir RT ke Polsek Cimanggis, yang meminta dengan nada keras agar FZ dibina oleh orang tuanya.
Bripka RE menolak dengan nada keras sembari menjelaskan bahwa proses sedang berjalan. Brigadir RT yang naik pitam kemudian menembak Bripka RE hingga meninggal di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Teddy Indra Wijaya menilai MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan bagi pembalap muda Indonesia sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.
Jean-Paul van Gastel tetap bangga dengan perjuangan PSIM Jogja meski kalah 0-4 dari Persija. Ze Valente menyoroti perbedaan kualitas kedua tim.
Real Madrid menjamu Villarreal pada pekan kedelapan La Liga. Mourinho memburu kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas.
Cristiano Ronaldo terancam skorsing 1–6 bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Pengakuannya berpeluang meringankan hukuman.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Kirana Larasati membantah terlibat dalam dugaan penipuan investasi emas Rp25 miliar. Ia mengaku telah memutus kontrak dan siap kooperatif.