Tragis! Bocah SD di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Menyelamatkan Temannya
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
Tomy Winata/Youtube-okezone
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengusaha Tomy Winata (TW) akhirnya meminta maaf atas pemukulan kepada hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat oleh pengacaranya berinisial DA. Tomy terkejut dan menyesalkan saat mengetahui peristiwa tersebut.
Menurut Juru Bicara TW, Hanna Lilies, tindakan DA memukul hakim seharusnya tidak terjadi, karena selama ini DA dikenal bukan termasuk orang yang temperamental.
“Oleh karena itu, TW minta maaf kepada semua pihak khususnya pihak yang menjadi korban atas terjadinya hal tersebut. Kami pun heran apa yang menyebabkan dia gelap mata,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).
Hanna menyatakan, TW mengimbau pengacaranya DA agar patuh dan taat kepada hukum sesuai undang-undang yang berlaku.
“Sehubungan dengan peristiwa tersebut TW sedang berusaha untuk mempercepat kepulangannya ke Tanah Air,” tuturnya.
Insiden pemukulan yang dilakukan pengacara DA terjadi saat majelis hakim PN Jakarta Pusat membacakan putusan perkara Perdata Nomor 223/pdtg/2018/pn Jakarta Pusat dengan TW selaku penggugat dan PT PWG selaku tergugat. Kejadian itu terjadi Kamis 18 Juli 2019 pukul 16.00 WIB di ruang Subekti PN Jakarta Pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bocah SD 11 tahun di Ngawi tewas tenggelam saat menolong temannya di kolam bekas galian C sedalam 8 meter.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.