Politikus Demokrat Sebut Prabowo Pernah Minta Duit Rp1 Triliun ke SBY untuk Dana Pilpres

Newswire
Newswire Senin, 15 Juli 2019 21:07 WIB
Politikus Demokrat Sebut Prabowo Pernah Minta Duit Rp1 Triliun ke SBY untuk Dana Pilpres

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam./Suara.com-Oke Dwi Atmaja

Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar soal Prabowo Subianto disebut minta duit Rp1 triliun untuk dana Pilpres 2019 kini diumbar ke media sosial.

Politikus Partai Demokrat Panca Cipta Laksana menuding, Prabowo Subianto sempat meminta Rp 1 triliun ke Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono.

Uang itu diminta Prabowo untuk menambah kebutuhan dana kampanye Pemilihan Presiden 2019.

Awalnya, Panca merespons pernyataan dari salah satu pengguna akun Twitter @YanHarahap yang mengatakan kepada Politikus Gerindra Andre Rosiade, bahwa Prabowo sempat meminta Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres mendampinginya di Pilpres 2019.

Tapi,akun itu mengklaim, Prabowo menyaratkan SBY bisa memberikan dana Rp1 triliun. Panca lantas membenarkan hal itu, hingga menyebut SBY kaget terhadap permintaan Prabowo tersebut.

"Ini benar Prabowo minta duit Rp1 Triliun. Pak SBY kaget," kata Panca melalui akun Twitternya @panca66 pada Senin (15/7/2019).

Panca kemudian menerangkan, Prabowo kala itu membutuhkan Rp3 Triliun untuk membiayai dana kampanyenya.

Saat itu, Prabowo baru memiliki Rp2 triliun yang berasal dari kantong pribadinya, dan Rp1 Triliun milik Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua Partai Gerindra.

"Katanya untuk biaya kampanye. Butuh Rp3 Trilun. Prabowo punya Rp1 Triliun dan Rachmawati punya Rp1 Triliun," ujarnya.

"Padahal, kemudian hari saya bertemu Rachmawati, dia bilang mau ketemu Pak SBY minta bantuan pendanaan kampanye. Prabowo enggak pengin menang," sambungnya.

Menanggapi itu, Andre meminta kepada Panca untuk tidak menyebar fitnah. Selebihnya, ia meminta Staf pribadi Presiden Keenam RI SBY, Ossy Dermawan untuk menegur Panca.

"Jangan jadi tukang Fitnah. Tolong bang @OssyDermawan ditertibkan seperti ini @andre_rosiade," timpal Andre.

Melihat tudingan yang dilayangkan Andre tersebut, Panca malah balik bertanya kepada Andre dan menantangnya untuk menjawab tuduhan dirinya.

"Apanya yang fitnah? Jawab saja tuduhan saya. Kok sedikit-sedikit fitnah," jawab Panca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online