Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam./Suara.com-Oke Dwi Atmaja
Harianjogja.com, JAKARTA- Kabar soal Prabowo Subianto disebut minta duit Rp1 triliun untuk dana Pilpres 2019 kini diumbar ke media sosial.
Politikus Partai Demokrat Panca Cipta Laksana menuding, Prabowo Subianto sempat meminta Rp 1 triliun ke Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono.
Uang itu diminta Prabowo untuk menambah kebutuhan dana kampanye Pemilihan Presiden 2019.
Awalnya, Panca merespons pernyataan dari salah satu pengguna akun Twitter @YanHarahap yang mengatakan kepada Politikus Gerindra Andre Rosiade, bahwa Prabowo sempat meminta Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres mendampinginya di Pilpres 2019.
Tapi,akun itu mengklaim, Prabowo menyaratkan SBY bisa memberikan dana Rp1 triliun. Panca lantas membenarkan hal itu, hingga menyebut SBY kaget terhadap permintaan Prabowo tersebut.
"Ini benar Prabowo minta duit Rp1 Triliun. Pak SBY kaget," kata Panca melalui akun Twitternya @panca66 pada Senin (15/7/2019).
Panca kemudian menerangkan, Prabowo kala itu membutuhkan Rp3 Triliun untuk membiayai dana kampanyenya.
Saat itu, Prabowo baru memiliki Rp2 triliun yang berasal dari kantong pribadinya, dan Rp1 Triliun milik Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua Partai Gerindra.
"Katanya untuk biaya kampanye. Butuh Rp3 Trilun. Prabowo punya Rp1 Triliun dan Rachmawati punya Rp1 Triliun," ujarnya.
"Padahal, kemudian hari saya bertemu Rachmawati, dia bilang mau ketemu Pak SBY minta bantuan pendanaan kampanye. Prabowo enggak pengin menang," sambungnya.
Menanggapi itu, Andre meminta kepada Panca untuk tidak menyebar fitnah. Selebihnya, ia meminta Staf pribadi Presiden Keenam RI SBY, Ossy Dermawan untuk menegur Panca.
"Jangan jadi tukang Fitnah. Tolong bang @OssyDermawan ditertibkan seperti ini @andre_rosiade," timpal Andre.
Melihat tudingan yang dilayangkan Andre tersebut, Panca malah balik bertanya kepada Andre dan menantangnya untuk menjawab tuduhan dirinya.
"Apanya yang fitnah? Jawab saja tuduhan saya. Kok sedikit-sedikit fitnah," jawab Panca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.