Wisata Klaten Tumbuh, Kunjungan 2025 Tembus 7,5 Juta
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Seratusan mitra PT Krishna Alam Sejahtera, Dukuh Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper mendatangi Mapolres Klaten, Senin (15/7/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN--Ratusan mitra PT Krishna Alam Sejahtera mempertanyakan kelanjutan pengusutan laporan soal dugaan investasi bodong yang dilakukan perusahaan herbal tersebut dengan mendatangi Polres Klaten, Senin (15/7/2019).
Mereka bersama-sama datang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 10.00 WIB dengan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polsek Trucuk.
Para mitra yang baru saja datang langsung ditemui Kabagops Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman, dan Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah. Pada kesempatan itu, Kabagops meminta ada perwakilan yang beraudiensi dengan Kasatreskrim dan Kasatintel Polres Klaten.
Sempat terjadi tawar menawar soal perwakilan yang bisa beraudiensi. Akhirnya disepakati lima perwakilan mitra beraudiensi dengan Kasatreskrim dan Kasatintel.
"Kapolres mohon izin tidak bisa menemui langsung perwakilan mitra karena bersamaan dengan kegiatan lain," kata Kabagops.
Sejumlah mitra mengatakan kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang mereka lakukan sebelumnya soal dugaan investasi bodong pada Kamis (11/7/2019). Mereka juga mempertanyakan perkembangan pencarian direktur PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi, yang menghilang.
"Kami ingin cepat prosesnya. Minimal uang kami kembali," kata salah satu mitra bernama Joko asal Desa srebegan, Kecamatan Ceper.
Sementara itu, hingga pukul 11.00 WIB, perwakilan mitra masih melakukan audiensi dengan aparat Polres Klaten. Sementara, mitra lainnya menunggu di sekitar halaman Mapolres Klaten.
Salah satu mitra, Menik, juga menuntut ada pengembalian uang yang sudah diinvestasikan. Menik mengaku sudah menyerahkan uang untuk mengikuti investasi di perusahaan tersebut Selasa (9/7/2019). Tak tanggung-tanggung, Menik meninvestasikan uang Rp88 juta untuk mengikuti satu paket B masing-masing senilai Rp16 juta dan tiga paket C masing-masing senilai Rp24 juta. Uang tersebut hasil menggadaikan mobil senilai Rp90 juta.
"Saya dijanjikan mendapatkan peralatan [oven untuk pengeringan bahan jamu] Jumat [12/7/2019]. Kamis itu sudah mbledos. Tuntutan saya setidaknya uang bisa kembali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Dua wartawan Indonesia dilaporkan ditahan Israel saat mengikuti misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza bersama relawan Global Sumud Flotilla.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.