Advertisement
HOAKS SURAT SUARA : Gerebek Rumah Andi Arief di Lampung, Polisi Kecele
Andi Arief bersama tim pengacara melaporkan balik relawan Kotak Adja di Polda Metro Jaya. - suara.com/Agung Sandy Lesmana
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Polisi membenarkan mendatangi sebuah rumah di Lampung terkait kasus cuitan surat suara 7 kontainer oleh politikus Demokrat Andi Arief.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetya membenarkan telah memeriksa sebuah rumah di Lampung yang disebut sebagai rumah dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief .
Advertisement
Namun setelah mengecek rumah tersebut, Dedi menyatakan, rumah tersebut berstatus bukan milik Andi Arief lagi.
"Setelah dicek, rumah itu sudah dijual tahun 2014, rumah itu sudah bukan atas nama saudara AA (Andi Arief)," ujar Dedi di Mabes Polri, Jumat (4/1/2018).
BACA JUGA
Menurut Dedi, pemeriksaan rumah di Lampung tersebut bukan tanpa sebab. Polri melalui Polda Lampung melakukan pemeriksaan terkait dengan cuitan Andi Arief.
"Bukan ada penggerebekan, tapi pengecekan oleh Polres Lampung setelah viral [cuitan Andi Arief]," terangnya
Sebelumnya, melalui akun Twitternya, Andi Arief menulis apabila rumahnya di Lampung digeruduk oleh polisi.
"Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan," tulis Andi Arief, Jumat (4/1/2019).
Kembali Andi Arief mencuitkan, perihal pengakuan rumahnya yang digeruduk polisi. Bahkan dia sampai meminta Presiden Jokowi turun tangan.
"Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden," ujar Andi Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
- THR ASN 2026 Mulai Cair, Kemenkeu Salurkan Rp11,16 Triliun
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
Advertisement
30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KPK Periksa ASN Bea Cukai Terkait Pemindahan Uang Miliaran
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026
- Promo Ramadan AC Aqua 1/2 PK, Ini 5 Rekomendasi Terbaiknya
- Kuota Penonton PSIM vs Persijap di Bantul Naik Jadi 7.000 Orang
- Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
- KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Rita Widyasari
Advertisement
Advertisement








