Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berharap pada masa depan para guru dapat memiliki kemampuan mengajar di dua mata pelajaran.
"Kami minta Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan [LPTK] harus menyelenggarakan pendidikan program mayor, program minor. Jadi, kalau mahasiswa mengambilnya pendidikan bahasa Inggris, dia harus mengambil bidang minor bahasa Indonesia, begitu juga sebaliknya," tutur Muhadjir. Dia mengemukakan hal itu selepas membuka Rapat Koordinasi Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan di Jakarta pada Kamis (15/11/2018).
Muhadjir mengatakan apabila satu guru dapat menguasai dua mata pelajaran, keahliannya tersebut dapat digunakan ketika sekolah memerlukan mata pelajaran tambahan. "Jadi, setiap guru minimum punya dua kemampuan mengajar sehingga mereka jadi linier."
Mengenai sertifikat bidang keilmuan yang diajarkan, Muhadjir mengatakan tidak perlu khawatir karena kemampuan calon guru atau guru tersebut akan tetap diakui.
"Kalau nanti mengajar dua mata pelajaran, itu diakui semua, karena sertifikat pendidiknya atau ijazahnya [dinyatakan] dia punya kemahiran mengajar di dua bidang itu," katanya.
Untuk mewujudkan harapannya, Muhadjir mengatakan akan menggandeng Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
"Saya secara informal sudah menyampaikan kepada Pak Nasir [Mohammad Nasir, Menristekdikti] dan surat [resminya] segera kami kirim. Termasuk supaya ada kebijakan untuk rasionalisasi LPTK yang jumlahnya berlebihan dan lulusan berlebih," ungkap Muhadjir.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Sekolah Rumah & Pendidikan Alternatif (Asah Pena), Budi Trikorayanto, juga menyetujui gagasan Muhadjir Effendy.
"Kalau menurut saya, tidak usah [berbicara] masa depan, sekarang pun harus siap seperti itu [seorang] guru, karena dengan penerapan teknologi pendidikan hal itu sangat memungkinkan," tuturnya.
Budi pun menilai guru menguasai beberapa mata pelajaran merupakan hal yang biasa. "Yang diterapkan di SD, guru kelas itu kan kecuali mata pelajaran agama atau mata pelajaran olahraga, guru kelas itu kan memegang semua mata pelajaran," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.