Sejumlah Kader PAN Tak Mau Solid, Koalisi Prabowo-Sandiaga Disebut Kocar Kacir

Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. - Suara.com/Muhamad Yasir
19 Oktober 2018 19:05 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Dugaan tidak solidnya koalisi pendukung capres Prabowo Subianto direspons sejumlah kalangan.

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengomentari soal adanya sejumlah caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang enggan mendukung dan mengkampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Diketahui, sejumlah caleg PAN menyatakan untuk tidak kampanyekan Prabowo-Sandiaga. Melihat itu, Faizal menilai kubu Prabowo-Sandiaga tidak mampu melawan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Pernyataan DPP PAN bahwa pihaknya lebih fokus pada pileg dan tidak serius mendukung Prabowo-Sandi, bukti bahwa partai-partai oposisi makin kocar-kacir menghadapi menguatnya arus dukungan rakyat pada pak @jokowi," tulis Faizal dalam akun Twitternya @faizalassegaf, Jumat (19/10/2018) pukul 11.13 WIB.

Faizal pun semakin yakin banyak masyarakat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 seusai mendengar adanya manuver dari PAN serta PBB.

"Selain manuver PAN, sebelumnya jg PBB telah berbalik dukung JKW-Ma'ruf. Mantap!," ujar dia.

Diketahui, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengungkapkan ada beberapa kader yang menyatakan untuk tidak mengampanyekan Prabowo-Sandiaga. Para kader tersebut lebih memilih mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf'," kata Eddy di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Sumber : Suara.com