Advertisement
Korban Tewas Bendungan Jebol di Laos Menjadi 34 Orang, 100 Lainnya Masih Hilang
Warga naik ke atap karena banjir setelah bendunan di Laos runtuh./ABC Laos News - Handout via REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, VEINTIANE-Satu mayat telah ditemukan dan tiga mayat dengan luka parah. Dengan penemuan itu, jumlah korban jiwa akibat bendungan jebol di Laos menjadi 34 orang, kata seorang pejabat Laos, Minggu (5/8/2018).
Ounla Xayasith, Wakil Gubernur Provinsi Attapeu, mengatakan dalam satu taklimat di Kabupaten Sanamxay di provinsi tersebut, tempat peristiwa itu terjadi memicu banjir bandang --yang melanda desa di hilir Sungai Xe Pian, bahwa pemerintah masih berusaha menemukan sebanyak 100 orang lagi masih belum ditemukan.
Advertisement
Phalom Linthong, Wakil Direktur Jenderal Departemen Politik Umum (GPD), Tentara Rakyat Laos, mengatakan mayat yang ditemukan adalah bayi perempuan yang berusia tiga bulan.
Ia menjelaskan bahwa seorang anggota tim pertolongan Singapura, yang baru bergabung, cedera selama operasi pertolongan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (6/8/2018) pagi. Ia menambahkan lumpur dan kurangnya peralatan masih menghalangi upaya pertolongan.
BACA JUGA
Onphiew Phothilath, Direktur Departemen Kesehatan Provinsi Attapeu, mengatakan mereka telah memberikan layanan medis buat sebanyak 4.000 orang sampai Sabtu dan tiga di antara mereka, walaupun menjalani operas, meninggal karena mereka menderita luka sangat parah.
Vithanga Phommachanh, Direktur Departemen Pertambangan dan Energi di Provinsi tersebut, mengatakan kepada media selama taklimat bahwa dari 13 desa yang terpengaruh banjir, sistem pasokan listrik di lima desa telah hancur total.
Mereka telah memusatkan perhatian antara lain pada pasokan listrik di tempat penampungan, rumah sakit, setelah peristiwa itu dan sejauh ini mereka telah menyelesaikan pekerjaan untuk memperbaiki pasokan listrik ke empat desa.
Satu bendungan pelana pembangkit tenaga listrik tenaga air Xe Pian-Xe Nam Noy, yang sedang dibangun dan didanai oleh perusahaan Korea Selatan, Thailand serta Laos, ambruk pada 23 Juli, sehingga melepaskan sangat banyak air ke sebanyak 13 desa di Kabupaten Sanamxay.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
Advertisement
Advertisement







