Advertisement
Ini Sumber Penyebab Kecelakaan Maut KA Sancaka
Petugas berusaha mengevakuasi masinis yang tewas terjepit. - JIBI/Abdul Jalil
Advertisement
Harianjogja.com, NGAWI - Polisi mulai menemukan penyebab kecelakaan maut Kereta Api (KA) Sancaka di Ngawi, Jumat (6/4/2018) petang. Temuan itu didapat setelah melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk trailer yang ditabrak KA Sancaka.
Polisi tengah memeriksa sopir truk trailer penyebab kecelakaan KA Sancaka di KM 215+8, antara Stasiun Kedungbanteng-Walikukun, Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupatèn Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan dari hasil pemeriksaan, penyebab kecelakaan karena truk trailer yang melintasi rel tiba-tiba mengalami mati mesin.
"Sebelumnya truk tersebut baru saja bongkar muatan material berupa bantalan kereta api lalu melintas tepat di atas rel dalam keadaan kosong. Tiba-tiba mesin truk mati tanpa sebab tepat di tengah pelintasan kereta api," ujar Kapolres Ngawi seperti dikutp dari Okezone, Sabtu (7/4/2018).
Saat mesin truk mati, bersamaan melintas KA Sancaka jurusan Jogja-Surabaya dan langsung menghantam truk trailer.
Sopir truk dengan nomor polisi B 9013 TEA, Aji Aman,41, warga Desa Samben, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum KA Sancaka menghantam truk yang ia bawa.
Selain truk trailer, kereta api juga turut menyeret mobil minibus Toyota Avanza yang dikemudikan Dimas,26, warga Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang yang tengah terparkir tak jauh dari rel kereta api.
Hingga Pukul 12.10 WIB, perbaikan rel kereta api masih terus dilakukan. Sementara itu bangkai lokomotif juga dalam proses evakuasi.
"Siang ini kami terus memantau proses evakuasi lokomotif KA Sancaka dari lokasi kejadian,” pungkasnya.
Akibat peristiwa itu, satu orang masinis dan satu orang pekerja double-track rel kereta api tewas di lokasi. Sementara satu orang asisten masinis mengalami luka parah, dan beberapa penumpang juga mengalami luka ringan.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bantul Bebaskan PBB Lahan Pertanian Produktif Mulai 2026
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo Terbakar
- Layanan Cuci Darah Diusulkan Dibuka di Rumah Sakit Ngoro-oro Patuk
- Trump Ancam Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela
- Polda NTT Pastikan Jasad Korban Kapal Tenggelam Pelatih Valencia
- Libur Nataru, Penumpang Bandara YIA Tembus 13 Ribu per Hari
- DPUPKP Jogja Fokus Pemeliharaan Talut Rawan Longsor 2026
- Parkir Liar dan Kemacetan Masih Dikeluhkan Wisatawan Jogja
Advertisement
Advertisement



