Menteri PU: Jalan Tol Harus Buka Akses ke Pusat Ekonomi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah. ANTARA/HO-Kemenhaj
Harianjogja.com, MADINAH — Kedatangan jamaah calon haji khusus Indonesia mulai bergulir. Sebanyak 42 orang dari rombongan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Patuna Travel tiba perdana di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz pada Sabtu (3/5/2026). Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji khusus dengan durasi yang lebih singkat dibandingkan haji reguler.
Rombongan terdiri atas 39 jamaah dan tiga petugas pendamping. Mereka disambut oleh tim PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara serta tim pengawasan haji khusus di Madinah. Kehadiran jamaah ini menjadi gelombang awal dari ribuan peserta haji khusus asal Indonesia yang dijadwalkan tiba secara bertahap.
Pembimbing ibadah dari Patuna Travel, Ahmad Saifuddin, menjelaskan jamaah akan menjalani program Arbain di Madinah selama sekitar 8 hingga 10 hari. Selama periode tersebut, jamaah akan fokus beribadah di Masjid Nabawi sekaligus memperdalam spiritualitas.
“Jamaah sangat antusias bisa beribadah dan berziarah di Madinah. Kami akan mendampingi agar ibadah mereka lebih khusyuk dan sesuai tuntunan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian di Madinah, jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalani prosesi puncak haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga tawaf ifadah dan sai. Dalam pelaksanaannya, jamaah haji khusus akan menggunakan skema murur, yakni melintas di Muzdalifah setelah tengah malam sebelum menuju Makkah.
Koordinator Bandara Madinah Patuna Travel, Ayman Sofyan, mengungkapkan total jamaah haji khusus dari pihaknya pada tahun ini mencapai sekitar 1.100 orang yang terbagi dalam 26 kelompok perjalanan.
“Mereka akan datang secara bertahap. Ini baru gelombang pertama,” jelasnya.
Berbeda dengan haji reguler yang umumnya berlangsung sekitar 40 hari di Arab Saudi, masa tinggal jamaah haji khusus relatif lebih singkat, yakni sekitar 30 hari. Bahkan untuk beberapa paket, masa tinggal di Madinah hanya empat hari sebelum bergerak ke Makkah.
Kepala Daker Bandara PPIH, Abdul Basir, memastikan kedatangan jamaah haji khusus akan terus berlangsung setiap hari, baik melalui Madinah maupun Jeddah. Pemerintah juga tetap melakukan pengawasan ketat terhadap layanan yang diberikan PIHK.
Sementara itu, Dani Pramudya dari Kementerian Haji dan Umrah menambahkan bahwa salah satu keunggulan haji khusus adalah masa tunggu yang lebih singkat dibandingkan haji reguler.
“Antrean haji khusus rata-rata lima hingga enam tahun, jauh lebih cepat dibandingkan haji reguler yang bisa mencapai puluhan tahun,” katanya.
Dengan skema pelayanan yang lebih fleksibel dan waktu pelaksanaan yang lebih singkat, haji khusus menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin segera menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan agar jamaah memastikan penyelenggara yang dipilih resmi dan terdaftar, demi menjamin keamanan dan kenyamanan selama beribadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.