Advertisement

Update, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 7 Orang

Newswire
Selasa, 28 April 2026 - 09:37 WIB
Sunartono
Update, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 7 Orang Korban tewas kecelakaan kereta Bekasi Timur bertambah jadi 7 orang, puluhan luka dan evakuasi masih berlangsung. - Antara.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, kembali bertambah menjadi tujuh orang hingga Selasa (28/4/2026) pagi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut proses evakuasi masih terus dilakukan secara hati-hati.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan selain korban meninggal dunia, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Advertisement

“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip dari tayangan video akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa pagi.

Ia menjelaskan proses evakuasi korban kecelakaan kereta Bekasi Timur berlangsung cukup lama karena harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi keselamatan penumpang yang masih terjebak.

“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya.

Bobby menambahkan, seluruh rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terdiri dari 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.

“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” katanya.

Saat ini, KAI bersama Basarnas masih mempersiapkan proses evakuasi lokomotif dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, khususnya bagi korban yang masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.

Di sisi operasional, jalur hilir telah kembali dibuka untuk perjalanan kereta api, meskipun layanan Commuter Line masih dibatasi hingga Stasiun Bekasi sebagai dampak dari kecelakaan tersebut.

“Untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi,” tutur Bobby.

Untuk mendukung penanganan, KAI juga membuka posko tanggap darurat di lokasi kejadian serta menyediakan layanan informasi melalui call center 121 bagi keluarga korban yang membutuhkan perkembangan terbaru.

“Silakan warga, keluarga dari korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” ucapnya.

Sebelumnya, kecelakaan kereta api di Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, melibatkan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang mengakibatkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka, dan hingga kini proses evakuasi masih terus berlanjut seiring upaya penyelamatan korban yang tersisa.

Kronologi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo

Kecelakaan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam memicu kepanikan penumpang, dengan sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong dan proses evakuasi masih berlangsung hingga larut malam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.53 WIB saat rangkaian KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur 1, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat.

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti karena adanya gangguan di jalur, yakni insiden kereta lain yang berlawanan arah menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Tidak lama setelah berhenti, situasi berubah drastis ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," ujarnya.

Dampak tabrakan tersebut sangat serius, terutama bagi penumpang yang berada di gerbong terakhir KRL. Munir menyebut banyak korban terjebak akibat struktur gerbong yang ringsek.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah penumpang masih terjepit di dalam gerbong yang tertabrak, sementara beberapa lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat tekanan keras dari lokomotif yang masuk ke badan gerbong.

Petugas gabungan dari berbagai unsur, termasuk tim medis, kepolisian, TNI, dan relawan, terus berupaya mengevakuasi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta. Hingga saat ini, jumlah pasti korban masih dalam pendataan, sementara korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Sekar Kemuning Bagikan PMT, Tekan Stunting Keparakan

Sekar Kemuning Bagikan PMT, Tekan Stunting Keparakan

Jogja
| Selasa, 28 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement