Advertisement

Menhub Pantau Bakauheni, 40 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jawa

Newswire
Minggu, 29 Maret 2026 - 14:17 WIB
Sunartono
Menhub Pantau Bakauheni, 40 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jawa Kondisi Pelabuhan Bakauheni. - Harian Jogja - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah di lintasan penyeberangan Sumatra-Jawa via Pelabuhan Bakauheni.

Melalui optimalisasi layanan, pengaturan operasional yang ketat, serta sinergi lintas instansi, pergerakan penumpang dari Sumatra menuju Pulau Jawa dipastikan tetap terkendali.

Advertisement

"Kami memastikan pergerakan masyarakat dari kampung halaman kembali menuju perantauan berjalan lancar dan aman," ujar Menhub dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (29/3/2026). Kepastian ini disampaikan setelah Menhub melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sepanjang Jumat (27/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026).

Dari hasil pantauan lapangan, Menhub mengapresiasi kedisiplinan para pengguna jasa yang mematuhi arahan petugas sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti.

Berdasarkan data terbaru dari Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry, volume penumpang yang menyeberang kembali ke Jawa sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 telah mencapai 543.440 orang. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 60 persen dari total 898.864 pemudik yang sebelumnya berangkat dari Jawa pada periode arus mudik.

Kondisi serupa terlihat pada sektor kendaraan, di mana sebanyak 144.039 unit atau 60 persen kendaraan telah kembali dari total 239.920 unit pada masa mudik.

Data ini mengindikasikan bahwa masih terdapat sisa sekitar 40 persen pemudik yang diprediksi baru akan melakukan perjalanan balik dalam beberapa hari ke depan. Menhub menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan bersama ASDP dan Polri telah menyiagakan skenario operasional maksimal untuk mengantisipasi sisa gelombang kepulangan tersebut.

"Kami yakin sisa sekitar 40 persen pemudik yang akan kembali ke rantau melalui Pelabuhan Bakauheni akan terlayani dengan baik," imbuhnya.

Selain fokus pada kelancaran trafik, Menhub menekankan bahwa standar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Tak hanya di Bakauheni, kesiapan layanan arus balik juga dipantau ketat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali.

Untuk mengantisipasi lonjakan di lintas Ketapang-Gilimanuk, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis seperti penyediaan buffer zone dan percepatan aktivasi pola TBB (Tiba - Bongkar - Berangkat).

Pihak Kemenhub juga menyiagakan armada kapal tambahan guna mengurai potensi kepadatan di kantong-kantong parkir pelabuhan. Adapun puncak arus balik gelombang kedua diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026) ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi jadwal keberangkatan dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jauh menuju kota perantauan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Okupansi Hotel di Kulonprogo 70 Persen Didominasi Pemudik

Okupansi Hotel di Kulonprogo 70 Persen Didominasi Pemudik

Kulonprogo
| Minggu, 29 Maret 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement