Advertisement
Ratusan Perantau DIY Ikuti Balik Kerja Bareng BPKH 2026
Pelepasan peserta balik gratis. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Antusiasme masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kembali ke perantauan melalui fasilitas negara terpantau sangat tinggi. Sebanyak 675 pemudik resmi diberangkatkan dari Halaman Balai Kota Jogja menuju berbagai wilayah di Jabodetabek dalam program bertajuk "Balik Kerja Bareng BPKH 2026", Senin (23/3/2026).
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar di DIY yang mencapai 2.743 orang, sementara kuota yang tersedia hanya untuk 675 peserta. Angka tersebut menunjukkan lonjakan permintaan yang melampaui kapasitas hingga lebih dari 400 persen.
Advertisement
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Sulistyowati, menyebutkan bahwa tren partisipasi ini terus meningkat setiap tahunnya. "Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi balik pascalebaran yang aman dan terjangkau," ujar Sulistyowati.
Dalam pelaksanaannya, BPKH menegaskan bahwa program ini tetap mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014. Sulistyowati mengklarifikasi bahwa seluruh pendanaan balik gratis ini bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari dana setoran awal milik jemaah haji.
"Kami tegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah, sehingga pokok dana jemaah tetap terjaga dan dikelola secara syariah,” tegasnya guna menepis kekhawatiran publik.
Secara nasional, program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 ini dilaksanakan serentak di empat titik keberangkatan utama, yakni Jogja, Solo, Surabaya, dan Lampung. Sebanyak 60 bus eksekutif disiapkan untuk melayani total 2.700 peserta di seluruh Indonesia.
Meski demikian, jumlah pendaftar secara keseluruhan menembus angka lebih dari 11.000 orang, yang membuktikan urgensi penyediaan transportasi massal pada periode arus balik Lebaran 2026.
Pemerintah Kota Jogja bersama Rumah Zakat selaku mitra pelaksana turut memberikan dukungan penuh demi kelancaran pemberangkatan ini. Program yang telah memasuki tahun keempat ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
"Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama dalam memastikan para pekerja dapat kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman di tengah padatnya aktivitas arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah ibu kota," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di DIY: Jalur Tempel dan Tol Padat
- Puncak Arus Balik 2026: 120 Ribu Kendaraan Bakal Padati GT Cikatama
- Menkes Budi Gunadi Puji Penurunan Angka Kecelakaan Mudik 2026
- Kondisi Pantai Gunungkidul Aman dan Nihil Insiden, SAR Tetap Siaga
- Puncak Arus Balik 2026: 283 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Hari Ini
- RSUD Panembahan Senopati Buka Klinik Ginjal, Urai Antrean Pasien
- Sultra Diguncang 5 Gempa Beruntun, 2 Wilayah Jadi Titik Fokus
Advertisement
Advertisement







