Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi kematian Menteri Intelijen Esmail Khatib yang menjadi pejabat tinggi ketiga yang tewas akibat serangan Israel dalam dua hari terakhir. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa kehilangan para tokoh ini tidak akan memberikan pukulan fatal karena kepemimpinan Iran tidak bergantung pada individu.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel's Defence Forces/IDF) menyatakan Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib telah tewas dalam serangan yang ditargetkan di Teheran.
Dilansir dari CNBC, Rabu (18/3/2026), hal tersebut menandai pembunuhan ketiga terhadap pejabat tinggi Iran dalam dua hari terakhir. "Khatib memiliki peran penting selama terjadinya protes di wilayah Iran baru-baru ini, termasuk penangkapan dan pembunuhan demonstran, serta memimpin kegiatan teror terhadap warga Israel dan Amerika di seluruh dunia," tulis IDF dalam sebuah unggahan di media sosial.
IDF menambahkan, Esmail juga beroperasi melawan warga Iran selama protes Mahsa Amini pada periode 2022-2023. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkonfirmasi kematian Khatib dalam sebuah unggahan di X. “Pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terhormat, Esmail Khatib, Ali Larijani, dan Aziz Nasirzadeh, bersama beberapa anggota keluarga dan tim yang menyertainya, telah membuat kami berduka cita yang mendalam,” tulis Pezeshkian.
Hal ini terjadi setelah Israel mengatakan pada Selasa (17/3/2026) bahwa pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, dan komandan pasukan Basij Iran, Gholamreza Soleimani, telah tewas. Kantor berita peradilan resmi Iran kemudian mengkonfirmasi pembunuhan Soleimani.
Sementara, melansir Al Jazeera, upacara pemakaman telah diadakan di Teheran untuk kedua pemimpin Iran tersebut. Menurut Press TV, upacara pemakaman berlangsung pada Rabu. Para pejabat dan pelayat berkumpul untuk menghormati kedua tokoh tersebut. Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pembunuhan Larijani tidak akan memberikan pukulan fatal bagi kepemimpinan Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera yang ditayangkan setelah pembunuhan Larijani dikonfirmasi oleh Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel belum menyadari bahwa pemerintah Iran tidak bergantung pada satu individu saja. Al Jazeera melaporkan dari Tepi Barat bahwa analis militer Israel menganggap Khatib sebagai tokoh tepercaya yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. “Menurut sumber-sumber Israel, mereka mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan intelijen yang memungkinkan mereka dalam 24 jam terakhir untuk mengumumkan kematian tiga pejabat senior Iran,” kata Ibrahim.
Katz juga mengumumkan bahwa dia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan wewenang tetap kepada militer Israel untuk melenyapkan pejabat senior Iran lainnya yang menjadi target mereka tanpa persetujuan kasus per kasus.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cek Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Keberangkatan Kamis 19 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tips Ala Honda, 6 Hal Penting Bagi Pengendara Motor Saat Mudik
- Hancurkan Man City, Real Madrid Lolos Perempat Final Liga Champions
- Comeback Sensasional, Sporting CP ke Perempat Final Liga Champions
- Layanan SIM DIY Libur saat Lebaran 2026, Cek Masa Dispensasinya
- Prakiraan Cuaca DIY Rabu 18 Maret 2026: Hujan Ringan di 3 Wilayah
- Gelar Juara Senegal Dicabut, Maroko Resmi Dinobatkan Jawara AFCON 2026
- Gilang Ardha Petik Pelajaran Berharga Bersama Skuad Senior PSIM Jogja
Advertisement
Advertisement








