Advertisement
Tolak Perang di Iran, Direktur Kontraterorisme AS Joseph Kent Mundur
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (17/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras dan penolakan terbuka terhadap keterlibatan militer Amerika Serikat dalam perang yang tengah berlangsung di Iran saat ini.
Advertisement
Melalui surat pernyataan yang dibagikan di platform media sosial X, Kent mengungkapkan beban moral yang ia pikul terkait kebijakan luar negeri Washington.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak lagi sanggup mengemban tanggung jawab jabatan di tengah eskalasi konflik yang dinilainya tidak memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
BACA JUGA
“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat resminya.
Kent, yang merupakan veteran dengan rekam jejak 11 kali penugasan dalam operasi tempur, berargumen bahwa Iran sebenarnya tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kedaulatan Amerika Serikat.
Ia mengeklaim bahwa pusaran konflik bersenjata tersebut lebih banyak dipicu oleh tekanan eksternal dan agenda kelompok tertentu.
Sebagai seorang “Gold Star husband” yang kehilangan istrinya dalam pertempuran di masa lalu, Kent menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan generasi muda militer Amerika.
“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” tulisnya.
Dalam pernyataan tersebut, ia juga melontarkan kritik tajam kepada pejabat Israel dan sejumlah tokoh media di Amerika Serikat.
Kent menuduh pihak-pihak tersebut telah menyesatkan pemerintah dengan taktik yang serupa saat menyeret AS ke dalam perang Irak yang berakhir dengan bencana kemanusiaan dan hilangnya ribuan nyawa prajurit.
Secara khusus, Kent menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Donald Trump agar segera mengubah arah kebijakan militer di Timur Tengah sebelum situasi semakin memburuk.
“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan. Keputusan ada di tangan Anda,” pungkasnya.
Pengunduran diri pejabat tinggi di bidang kontraterorisme ini diprediksi akan memicu perdebatan panas di internal pemerintahan maupun publik Amerika Serikat terkait legitimasi perang di Iran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Joseph Kent tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BI DIY Siapkan Rp4,99 Triliun untuk Lebaran, Rp3,5 Triliun Terserap
- Mendes Yandri Optimistis Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa
- Trump Tegaskan AS Mampu Amankan Selat Hormuz Tanpa Bantuan Sekutu
- Astra Motor Yogyakarta Rilis Promo Berkah Ketupat, DP Mulai Rp500 Ribu
- Gunungkidul Gandeng 30 Pedagang Pasar Jadi Agen Pengendali Inflasi
- Selat Hormuz Memanas Uni Eropa Masih Tahan Kirim Kapal
- BPOM Cabut Izin Edar 8 Kosmetik, Promosi Berbau Asusila
Advertisement
Advertisement








