Advertisement
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Komandan IRGC Ikut Disasar
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat kembali memperketat tekanan terhadap Iran dengan memberlakukan sanksi baru yang menargetkan tujuh individu dan dua entitas. Sanksi tersebut mencakup seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan diumumkan secara resmi oleh Departemen Keuangan AS pada Jumat.
Dalam keterangan tertulisnya, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) menyebut sejumlah nama yang dimasukkan ke dalam daftar Specially Designated Nationals (SDN). Salah satunya adalah Hamid Damghani yang diketahui menjabat sebagai Komandan IRGC untuk Provinsi Gilan.
Advertisement
“Beberapa individu berikut ditambahkan ke daftar SDN OFAC: Damghani, Hamid… Komandan IRGC untuk Provinsi Gilan (individu) [IRGC] [IFSR/Federasi Internasional untuk Penelitian Sistem] [IRAN-HR] (Merujuk: Korps Garda Revolusi Islam),” tulis OFAC dalam entri resminya.
Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa individu-individu yang dijatuhi sanksi tersebut dinilai bertanggung jawab atas penindakan brutal yang baru-baru ini dilakukan terhadap rakyat Iran. Penilaian itu berkaitan dengan peran mereka dalam mengawasi dan mengendalikan pasukan keamanan.
BACA JUGA
“Amerika Serikat mendukung rakyat Iran dalam protes mereka terhadap rezim yang korup dan represif di Teheran,” demikian pernyataan resmi Departemen Keuangan AS.
Dalam pernyataan yang sama, pemerintah AS juga mengungkapkan telah menetapkan enam pejabat Iran yang mengawasi pasukan keamanan Iran karena dianggap bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap para demonstran. Selain itu, sanksi juga dikenakan kepada seorang investor Iran yang dituduh menggelapkan dana rakyat Iran hingga bernilai miliaran.
Gelombang protes di Iran diketahui mulai merebak pada akhir Desember 2025. Aksi tersebut dipicu oleh meningkatnya tekanan ekonomi, terutama lonjakan inflasi yang terjadi seiring melemahnya nilai mata uang lokal, rial Iran.
Di sejumlah kota, unjuk rasa berkembang menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian. Para peserta aksi dilaporkan meneriakkan slogan-slogan yang secara terbuka mengkritik pemerintah.
Seiring meningkatnya eskalasi, muncul laporan mengenai korban jiwa baik dari kalangan pasukan keamanan maupun demonstran, yang menandai memburuknya situasi keamanan di tengah krisis sosial dan ekonomi yang masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Satu Abad NU, Diperingati dengan Peluncuran Buku Sejarah Tokoh
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Belum Ada PMK di Jogja, Pemerintah Perketat Pengawasan Ternak
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Hari Ini, Sabtu 31 Januari 2026
- Catat Jam Keberangkatan KRL Jogja-Solo Akhir Pekan Ini
- Monitoring Program MBG Pastikan Gizi Tepat dan Ekonomi Lokal Tumbuh
- Setelah Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Ikut Mengundurkan Diri
- Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Jenazah di TPU Tegal Alur
- Sleman Bangun Fasilitas Panjat Tebing Standar Internasional di Ngaglik
Advertisement
Advertisement



