Advertisement
Zulhas Apresiasi Terobosan Mentan Turunkan Harga Pupuk
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA - Ali Khumaini
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sebagai tonggak sejarah baru sektor pertanian nasional karena untuk pertama kalinya harga pupuk subsidi turun tanpa menambah beban APBN.
Zulkifli Hasan mengapresiasi terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang berhasil mereformasi tata kelola pupuk bersubsidi. Reformasi tersebut dilakukan melalui pembenahan sistem distribusi dan regulasi sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Advertisement
Penurunan harga pupuk subsidi berlaku untuk seluruh jenis pupuk, termasuk pupuk urea kemasan 50 kilogram yang turun dari Rp112.500 menjadi sekitar Rp90.000. Menurut Zulhas, kebijakan ini memberikan dampak langsung bagi petani karena biaya produksi pertanian dapat ditekan tanpa mengurangi besaran subsidi dari pemerintah.
"Baru pertama kali terjadi selama pemerintahan Republik Indonesia (harga) pupuk (bersubsidi) turun. Turunnya enggak sedikit, 20 persen," kata Menko Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Jakarta, Senin.
Atas hal itu, Zulhas mengapresiasi terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dalam reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen tanpa menambah anggaran subsidi negara.
Menurutnya kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah bersejarah dan berdampak langsung bagi petani. “Ini kabar gembira. Ini terobosan Mentan (Andi Amran Sulaiman) dan Dirut Pupuk (Rahmad Pribadi). Luar biasa dengan subsidi tetap harga bisa turun 20 persen,” ujarnya.
Zulhas menjelaskan penurunan harga pupuk subsidi itu terjadi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah tetap mempertahankan besaran subsidi pupuk, namun melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem dan regulasi, sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Harga pupuk urea bersubsidi kemasan 50 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp112.500 kini turun menjadi sekitar Rp90.000. Penurunan harga tersebut berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. "Jadi misalnya itu urea 50 kilogram Rp112.500 sekarang Rp90.000. Turun 20 persen seluruh pupuk subsidi,” jelas Zulhas.
Zulhas menilai reformasi kebijakan pupuk yang diinisiasi Kementerian Pertanian juga memungkinkan pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun. Perubahan skema dari sistem cost plus menjadi market to market dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan mendorong daya saing.
Reformasi kebijakan pupuk yang diinisiasi Kementerian Pertanian juga membuka peluang pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.
Perubahan skema tata kelola dari sistem cost plus menjadi market to market dinilai mampu meningkatkan efisiensi industri sekaligus memperkuat daya saing nasional.
“Kalau cara membangunnya seperti ini, Indonesia akan maju. Harga pupuk turun, petani untung, dan industri pupuk bisa berkembang,” tegasnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, berlaku mulai 22 Oktober 2025.
Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau oleh petani.
“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau," kata Amran.
"Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret: merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” kata Amran.
Zulhas menilai reformasi kebijakan pupuk yang diinisiasi Kementerian Pertanian juga membuka peluang pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan melalui perubahan skema tata kelola dari cost plus menjadi market to market. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat industri pupuk nasional, meningkatkan daya saing, serta memastikan pupuk bersubsidi tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau bagi petani sesuai arahan Presiden Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Astra Motor Yogyakarta Siapkan Kandidat Menuju Seleksi Nasional FeVoSH
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Utara Terendam
- Polda Metro Dalami Dugaan Penipuan Investasi Kripto
- Komdigi Targetkan Ekonomi Digital Rp155,57 Triliun pada 2026
- Sempat Tertutup Longsor, Jalan ke Desa Tempur Mulai Bisa Dilalui
- KPK Dalami Peran Bos Maktour di Kasus Dugaan Korupsi Haji
- Perhatikan Hal Ini Sebelum Mencuci Sepeda Motor
Advertisement
Advertisement




