Advertisement
Kemdiktisaintek: 60 Perguruan Tinggi Rusak Akibat Banjir
Sebanyak 60 perguruan tinggi di Aceh, Sumbar, dan Sumut rusak akibat banjir. Lebih dari 21 ribu sivitas terdampak dan bantuan darurat mulai disalurkan. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 60 perguruan tinggi di tiga provinsi di Sumatera mengalami kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebanyak 21.911 sivitas akademika terdampak, termasuk dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa dari PTN maupun PTS. Kerusakan yang ditemukan meliputi peralatan laboratorium yang rusak, ruang kelas yang terendam, hingga gedung kampus yang retak dan ambruk, membuat proses pembelajaran terganggu.
Advertisement
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kemdiktisaintek bersama pemda dan BNPB memobilisasi bantuan logistik serta layanan psikososial. Skema pemulihan awal sedang disiapkan, termasuk relokasi pembelajaran dan revitalisasi sarpras. Banyak kampus juga menyalurkan bantuan struktural berupa keringanan UKT, beasiswa, hingga pendampingan psikologis.
Kemdiktisaintek mengungkapkan sebanyak 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS) di Aceh, 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS) di Sumatera Barat (Sumbar), dan 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS) di Sumatera Utara terdampak dalam bencana tersebut.
Kemdiktisaintek juga mencatat jumlah sivitas akademika yang terdampak mencapai 21.911 orang, terdiri 1.179 dosen PTN dan 151 PTS, 1.534 tenaga pendidik PTN dan 233 tenaga pendidik PTS, 14.359 mahasiswa PTN dan 1.875 mahasiswa PTS terdampak bencana tersebut.
Dari hasil asesmen awal, berbagai fasilitas pendidikan tinggi mengalami kerusakan meliputi ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas penunjang ambruk atau terendam, peralatan komputer dan sarana pembelajaran rusak, gedung kampus mengalami keretakan hingga roboh, akses jalan menuju kampus terputus akibat longsor, hingga listrik dan jaringan internet belum berfungsi di banyak lokasi.
Pendataan lengkap tingkat kerusakan sarana dan prasarana (Sarpras) sedang dilanjutkan oleh perguruan tinggi bersama pemerintah daerah.
Kemdiktisaintek telah melakukan tiga langkah strategis, di antaranya dengan koordinasi dengan kampus di wilayah terdampak, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan lembaga terkait untuk pendataan dampak dan kebutuhan darurat.
Kemudian, mobilisasi bantuan darurat, termasuk logistik, air bersih, pakaian, obat-obatan, sanitary kit, serta dukungan psikososial bagi mahasiswa dan tenaga pendidik. Terakhir, persiapan skema pemulihan awal, termasuk revitalisasi sarpras pendidikan dan relokasi pembelajaran sementara.
Puluhan perguruan tinggi dari berbagai provinsi telah mengirim tim medis dan relawan, Bantuan logistik dan sembako, Layanan trauma healing dan psikososial, Penggalangan dana dan posko bantuan, Fasilitas kesehatan dan ambulans serta Bantuan struktural untuk mahasiswa terdampak, seperti keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, bantuan biaya hidup, hingga pendampingan psikologis, juga telah disalurkan oleh banyak kampus.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp75.986.474.452 untuk membantu biaya hidup mahasiswa dan dosen terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera.
"Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp75.986.474.452," kata dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
Advertisement
IKD Jadi Syarat Cetak Dokumen Kependudukan di ADM Kota Jogja
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Kemendikdasmen Wajibkan Upacara Bendera di Sekolah Setiap Senin
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut
- UMY dan UMS Perkuat UMKM Ibu Muda lewat Pelatihan Digital di Ngampilan
- Kapolri: Perpol Jabatan Polri Bukan untuk Menentang Putusan MK
- Polisi Dalami Temuan Jenazah Terbakar di Tumpukan Sampah
- Modus Cari Kerja, Pemuda 19 Tahun Curi Ponsel Warung di Jetis Jogja
Advertisement
Advertisement



