Advertisement
Prabowo Dinilai Gagal Paham soal Demo, YLBHI Desak Hentikan Represi Aparat
Presiden Prabowo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai Presiden Prabowo Subianto gagal memahami akar persoalan yang memicu gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Kritik tersebut disampaikan melalui akun resmi X (Twitter) @YLBHI pada Senin (1/9/2025) menanggapi pidato Presiden bersama pimpinan lembaga negara dan ketua partai politik sehari sebelumnya.
Advertisement
Dalam pernyataannya, YLBHI bersama Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia menyebut kemarahan publik yang meluas bukan semata-mata dipicu oleh ucapan beberapa anggota DPR, melainkan akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan negara yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
“Prabowo gagal paham merespons dinamika sosial politik dan ekonomi yang menimbulkan kemarahan publik akhir-akhir ini melalui demonstrasi di berbagai daerah,” tegas YLBHI.
Koalisi menilai akar persoalan terletak pada pemborosan uang negara untuk kepentingan pejabat di tengah kondisi masyarakat yang semakin sulit. Kebijakan tunjangan DPR RI yang baru-baru ini dibatalkan dinilai hanya puncak gunung es dari masalah yang lebih mendasar.
“Ini adalah akumulasi dari persoalan yang bermuara pada pemborosan uang rakyat untuk kepentingan pejabat di tengah kesulitan rakyat,” tulis YLBHI.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tak Mudah Terprovokasi
Koalisi Masyarakat Sipil juga mengecam tindakan aparat keamanan yang dianggap represif dan brutal oleh aparat dalam menangani aksi unjuk rasa. Mereka mendesak pemerintah segera melakukan reformasi total terhadap institusi Polri.
Selain itu, YLBHI menuntut agar seluruh demonstran yang ditangkap dan ditahan selama aksi segera dibebaskan tanpa syarat.
“Hentikan semua bentuk represi, brutalitas aparat, lakukan reformasi total Polri sekarang, dan bebaskan semua demonstran yang ditangkap,” demikian pernyataan resmi YLBHI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Labuhan Dalem Taun Dal Digelar, Bantul Terima Ubo Rampe
- Tim SAR Temukan Barang-barang Milik Korban Pesawat ATR di Maros
- DKPP Bantul Targetkan Luas Tanam Padi 35 Ribu Hektare
- Komisi IV DPRD Magelang Perkuat Layanan Dasar
- Hari Ketiga, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Diperluas
- Harga Cabai Rawit Merah Rp55.000 per Kg, Telur Rp31.950
- Elang Jawa Terancam Punah, Pakar UGM Soroti Hilangnya Habitat
Advertisement
Advertisement




