Harga Ayam dan Telur Naik, Dapur MBG Diminta Beli dari Peternak
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan akan mengikuti perintah Presiden Prabowo yang telah memberikan lampu hijau untuk mengekspor beras.
Stok beras di gudang Perum Bulog mencapai 3,5 juta ton beras sampai dengan 4 Mei 2025. Stok ini merupakan angka tertinggi sepanjang 57 tahun terakhir, atau sejak Perum Bulog berdiri. Di tahun ini pula, Bulog ditargetkan memiliki 4 juta ton beras.
“Sekarang kami ikut perintah Bapak Presiden [Prabowo Subianto]. Kalau Bapak Presiden mengatakan ekspor [beras], kita ekspor [beras],” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/5/2025).
BACA JUGA: Pengamat Sebut Ekspor Beras Indonesia Bisa Berisiko Tinggi
Di samping wacana ekspor, Amran juga bersedia jika pada akhirnya stok beras yang melimpah di gudang Bulog itu digunakan untuk bantuan sosial (bansos).
“Pokoknya apa perintah Bapak Presiden, kita ikut. Kan kalau untuk mengeluarkan stok [beras] yang ada, itu bisa untuk dalam bentuk bansos dan juga ekspor. Dua solusi itu kami tunggu perintah [dari Presiden],” katanya.
Amran menegaskan Presiden Prabowo memberikan perintah untuk segera mengekspor beras, Kementan akan menindaklanjuti perintah tersebut. “Kami tindak lanjuti [jika ada perintah ekspor beras dari Presiden]. Sekarang kita bersyukur stok kita di saat kondisi beberapa negara agak kesulitan,” katanya.
Sebelumnya, Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pemerintah harus memikirkan jangka panjang jika ingin mengekspor beras ke luar negeri, meski saat ini ada potensi 18,76 juta ton beras yang diproduksi sepanjang Januari—Juni 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dalam negeri diperkirakan naik sebanyak 1,89 juta ton beras atau 11,17% dibandingkan produksi beras pada bulan Januari–Juni 2024 yang hanya sebanyak 16,88 juta ton beras menjadi 18,76 juta ton. Produksi beras akan turun pada tiga bulan terakhir lantaran memasuki periode paceklik.
Adapun jika perkiraan produksi beras selama enam bulan di tahun ini dikurangi konsumsi selama enam bulan, maka masih ada surplus beras sekitar 3,22 juta ton. Menurutnya, surplus beras ini penting untuk menutup defisit bulanan ketika musim paceklik di akhir tahun nanti.
BACA JUGA: Soal Ekspor Beras Indonesia, Ini Kata Serikat Petani
“Kita syukuri produksi [beras] naik. Tapi nggak usah terlalu euforia dengan klaim produksi naik tinggi sehingga ada potensi ekspor,” kata Khudori kepada Bisnis, Minggu (4/5/2025).
Khudori pun mewanti-wanti agar pemerintah harus menjaga produksi beras di bulan-bulan berikutnya agar bisa lebih tinggi dari tahun lalu, sehingga kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi.
“Jangan lantas euforia, saat ini surplus [beras] ada peluang ekspor. Apa yang mau diekspor? Saat ini situasinya masih amat risk-an kalau Indonesia gegabah mengekspor beras ke Malaysia atau negara lainnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.