Advertisement
Akibat Serangan Israel di Jalur Gaza, Seorang WNA Inggris yang Disandera Hamas Tewas
Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang sandera Israel berusia 51 tahun, yang juga memiliki kewarganegaraan Inggris, meninggal karena luka-luka yang dideritanya. Ia tewas akibat serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza.
Peristiwa itu diungkap sayap militer gerakan Palestina Hamas, Brigade Al Qassam, Sabtu (11/5/2024). "Seorang tahanan berusia 51 tahun, Nadav Popplewell, yang memiliki kewarganegaraan Inggris, meninggal karena luka yang dideritanya akibat pengeboman tempat penahanannya oleh pesawat Zionis," demikian bunyi pernyataan dari Brigade Al Qassam.
Advertisement
BACA JUGA: Ratusan Warga di Jepang Mengikuti The Intifada March, Bela Palestina
Serangan Israel terjadi lebih dari sebulan yang lalu, tetapi kondisi Popplewell diketahui semakin memburuk baru-baru ini, dan dia meninggal karena ketidakmampuan untuk menerima perawatan medis intensif di tengah hambatan akses kemanusiaan yang diberlakukan Israel, kata gerakan tersebut.
Sebelumnya pada Selasa (7/5/2024) lalu, Brigade Al Qassam mengatakan bahwa sandera lainnya, warga negara Amerika Serikat Judith Weinstein, juga tewas karena luka-luka yang dideritanya dalam pengeboman oleh negara Zionis itu.
Pada awal Maret, juru bicara Brigade Al Qassam Abu Obaida mengatakan bahwa jumlah korban tewas di antara para sandera akibat serangan udara Israel di Gaza mencapai lebih dari 70 orang.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dan melanggar perbatasan, menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer. Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan itu.
Israel melancarkan serangan balasan, memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah kantong Palestina itu dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera.
Lebih dari 34.900 orang telah terbunuh sejauh ini akibat serangan Israel di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat. Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Advertisement








