Advertisement
Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik 8 April 2024 dengan Potensi Pergerakan 26,6 Juta Orang
Mudik - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik pada H-2 atau dimulainya cuti bersama, yakni Senin (8/4/2024). Diperkirakan potensi pergerakan mencapai 26,6 juta orang.
Dikutip dari laman Kemenhub pada Jumat (15/3/2024), Kemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi telah menggelar survei potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024.
Advertisement
Dari hasil survei itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 menunjukan adanya tren peningkatan. Tren pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat pesat dibandingkan potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.
Baca Juga
Arus Mudik dan Wisata ke DIY Diprediksi Meningkat saat Libur Lebaran 2024
Mudik Lebaran 2024, Empat Juta Orang Diprediksi Naik Pesawat
Tahun Ini Diperkirakan 71,7 Persen Penduduk Indonesia Mudik Lebaran
Menhub Budi menjelaskan perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau 8 April 2024 dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang. Perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang.
Hasil survei mengenai arus perjalanan mudik, menurut Menhub, menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang), disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).
Sementara daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang).
Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3% (39,32 juta), bus 19,4% (37,51 juta), mobil pribadi 18,3% (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).
“Minat masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tidak adanya COVID-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca,” kata Budi Karya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp40.000, Tembus Rp3.085.000 per Gram
- Mahasiswa Coret Jilbab Polwan, Ini Respons Kepolisian
- AS Larang Warganya ke Iran, Marco Rubio Ancam Pembatasan Paspor
- OPINI: Merawat Kedaulatan, Mengakselerasi Ekonomi Kreatif DIY
- Ekonom UMY Soroti ART Indonesia-AS: Peluang Ekspor, Ancam Petani Lokal
- H-10 Lebaran, PU Pastikan Pantura Barat Bebas Lubang
- Trem di Milan Tergelincir, 2 Tewas dan 40 Luka-luka
Advertisement
Advertisement







