Advertisement
Pertamina Ikut Menjaga Nilai Budaya dan Kearifan Lokal dengan Mengaktifkan Kembali K3P
Suasana pengaktifan kembali program K3P setelah masa pandemi covid19 tersebut dilakukan rangkaian event penanaman serentak 1000 tanaman hortikultura di Desa Karangrena Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Istimewa
Advertisement
CILACAP—PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Maos mengaktifkan kembali program Kampung Kreatif Karisma Pertamina (K3P). Upaya ini merupakan bagian dari kepedulian Pertamian menjaga nilai budaya dan kearifan lokal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga JBT Brasto Galih Nugroho menyampaikan peran Pertamina dalam pelaksanaan program. “Program K3P merupakan wujud kepedulian pertamina dalam menjaga nilai budaya dan kearifan lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertamina turut terlibat dalam setiap tahapan program, baik dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dan bahkan melakukan pendampingan rutin untuk dapat menciptakan dampak berkelanjutan di masyarakat,” kata Brasto dalam rilis, Kamis (29/2/2024).
Advertisement
Sebagai bentuk pengaktifan kembali program K3P setelah masa pandemi covid19 tersebut dilakukan rangkaian event penanaman serentak 1000 tanaman hortikultura di Desa Karangrena, Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Event ini dihadiri oleh Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Cilacap, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Cilacap, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Maos, serta 500 peserta dari TK dan Paud Se-Kecamatan Maos.
Ketua K3P Basith Wahib berharap event ini K3P bisa dikenal luas oleh guru-guru dan menjadi destinasi bagi sekolah untuk kegiatan outing class siswa baik dari PAUD hingga tingkat SMA. “Karena di sini fasilitas edukasi lengkap dari seni budaya hingga pertanian dan peternakan, dan bahkan kami juga sudah menyiapkan rumah warga sebagai lokasi homestay untuk siswa yang ingin belajar dan menginap di area kami,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap juga menyampaikan kesan dan harapannya atas pengaktifan kembali K3P tersebut, “Alhamdulillah saya bersyukur Pertamina dan masyarakat Desa Karangrena telah berupaya melestarikan kebudayaan kita. Saya berharap dengan adanya wisata edukasi seperti ini bisa meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap pertanian dan budaya kita,” katanya.
Sejarah K3P
Kampung K3P pada awalnya dibentuk pada 2020 sebagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis kebudayaan. Program ini dikemas dalam bentuk pasar rakyat dan kesenian budaya yang diharapkan dapat memberikan efek domino dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun karena pandemi covid19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), program tidak dapat berjalan dengan baik. Setelah berakhirnya Covid19 kemudian dilakukan penyusunan konsep ulang program dengan memperhatikan potensi masyarakat, dan pada tahun 2024 program K3P diaktifkan kembali dalam bentuk Wisata Edukasi Budaya dan Pertanian. Oleh karena itu dalam rangkaian event pengaktifan kembali program K3P ini, tamu undangan dan peserta diperkenalkan dengan spot edukasi budaya serta pertanian yang ada di area K3P.
Event diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan Panitia, Pjs Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Kepala Desa, serta PT Pertamina Patra Niaga FT Maos. Sambutan diselingi dengan hiburan berupa penampilan dari siswa PAUD, TK, SD, maupun penampilan kebudayaan dari Desa Karangrena. Kemudian peserta dan tamu undangan diajak untuk berkeliling melihat spot edukasi yang ditawarkan.
Kunjungan pertama dilakukan di Sanggar Sarakerta, di mana tamu undangan disambut dengan alunan musik gamelan. Sanggar Sarakerta ini merupakan lokasi edukasi budaya yang menjadi tempat belajar gamelan, tari tradisional, dan wayang. Setelah dari Sanggar Sarakerta, tamu undangan kemudian berkunjung ke rumah bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum untuk melihat proses edukasi pembibitan tanaman sayuran oleh KWT.
Setelah kunjungan dari Rumah Bibit KWT Sekar Arum, Tamu Undangan melanjutkan melewati area spot-spot foto yang menjadi daya tarik wisata menuju area Pertanian Hortikultura. Area pertanian ini merupakan spot edukasi sekaligus menjadi wahana petik buah dan sayur bagi wisatawan. Selain itu di lokasi ini juga menjadi spot dalam event penanaman 1.000 tanaman Hortikultura bersama siswa TK dan PAUD se-Kecamatan Maos. Setelah diberikan penjelasan mengenai edukasi tersebut, tamu undangan beserta siswa TK dan PAUD kemudian menempati posisi untuk melakukan penanaman tanaman hortikultura.
Peserta maupun tamu undangan antusias dalam menanam tanaman di lahan yang sudah dipersiapkan tersebut. Setelah kegiatan penanaman selesai, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan di lokasi edukasi peternakan sapi.
Terdapat 24 ekor sapi dengan berat rata-rata 200Kg, yang menjadi konten edukasi menarik bagi siswa. Kunjungan terakhir yaitu dilakukan di area dermaga kampung kreatif yang ditargetkan akan menjadi spot edukasi dan wisata susur Sungai Serayu. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Biaya Hidup Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement






