Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Padepokan Turonggo Seto di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (28/10/2023). Antara/Aris Wasita
Harianjogja.com, BOYOLALI—Memulai safari politiknya di Boyolali, Jawa Tengah, bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) bertemu dengan para perajin di sentra industri tembaga, Desa Tumang, Cepogo.
Pada kunjungannya ke tempat produksi AA Kuningan di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Sabtu, Gibran sempat berdialog dengan sejumlah perajin dan warga setempat. Pada kesempatan tersebut, Gibran menekankan harus ada intervensi dari pemerintah untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM.
"Pasarnya mulai harus ada intervensi dari pemerintah. Ini 'kan sudah ada koperasinya, otomatis koperasinya harus di-support dengan alat-alat yang up to date juga," katanya. Meski demikian, kata dia, perajin juga memiliki koordinasi yang baik dengan kementerian terkait.
"Ini nanti tinggal dari koperasi, kementerian, tinggal koordinasi biar alat-alat yang dimiliki oleh perajin yang ada di sini enggak kalah dengan tempat-tempat yang punya alat-alat CNC, alat laser," katanya.
BACA JUGA: Pengembangan Pantai Trisik, Pemkab Kuloprogo Menggandeng ISI Yogyakarta
Oleh karena itu, menurut dia, sentra tembaga harus didukung karena mampu hidupi satu desa. Sementara itu, Koordinator Relawan Bolone Mase Kuat Hermawan Santoso mengatakan bahwa sebetulnya sudah ada sejumlah permintaan dari beberapa kota agar Gibran mendatangi tempat-tempat tersebut.
"Pantura Jateng, jalur tengah, dan selatan. Paling siap di jalur tengah sehingga saya pilih ini daripada meloncat pindah ke mana," katanya.
Menurut dia, tidak ada pertimbangan khusus dipilihnya Boyolali sebagai lokasi pertama safari politiknya. "Ini silaturahmi kepada masyarakat. Ini 'kan tempat produksi tembaga. Salah satu yang terkenal tembaga ekspor, apa sih problem-problemnya, Mas Wali juga harus tahu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.