Advertisement
Viral Beras Plastik Bulog, Buwos: Polisi Harusnya Bertindak!
Stok beras / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso atau Buwas meminta aparat penegak hukum dalam satuan tugas pangan untuk mempidanakan penyebar informasi bohong terkait beras yang marak beberapa hari terakhir diberbagai kanal media sosial.
"Macam-macam ada yang mengatakan Bulog mengedarkan beras beracun, beras plastik nah ini pelanggaran hukum, kejahatan, seperti ini jangan hanya selesai minta maaf, harus ada tindak lanjut secara hukum," kata Buwas, Kamis (12/10/2023).
Advertisement
Pernyataan tersebut disampaikan Buwas kepada wartawan saat menyambut kedatangan kapal pengangkut 24 ribu ton beras impor asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok.
Diketahui, informasi berupa foto dan video beras plastik dan beracun berdurasi kurang dari satu menit telah beredar luas di berbagai kanal media sosial sejak dua pekan terakhir, di antaranya ditemukan di Kabupaten Muara Enim, Kota Palembang, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
Buwas memastikan, semua informasi tersebut sama sekali tidak benar apalagi sampai dikatakan beras-beras yang disalurkan mengandung zat yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.
Hal ini dianggap Buwas menjadi tuduhan serius terhadap pemerintah yang berjuang untuk rakyat, maka siapapun yang melakukan penyebaran informasi bohong harus bertanggungjawab.
"Saya tegaskan beras, khususnya yang di bawah tanggungjawab Bulog aman untuk dikonsumsi karena sudah teruji secara klinis dari laboratorium kesehatan pangan," kata Buwas, yang juga jenderal purnawirawan Polri ini.
BACA JUGA: Harga Beras Diperkirakan Masih Jadi Pemicu Inflasi Oktober 2023
Di sisi lain, dia berharap, masyarakat Indonesia untuk melakukan verifikasi terhadap informasi minor terkait beras, jangan sampai termakan isu dan membuat kegaduhan di tengah publik.
Sekaligus pula memastikan bahwa Bulog membuka ruang sebesar-besarnya dalam melayani masyarakat yang membutuhkan informasi tentang beras atau komoditas pangan lain yang menjadi tanggungjawab lembaga ini.
"Termasuk informasi terkait beras-beras impor yang rawan dikonfrontir. Saya tegaskan tidak mungkin pemerintah mengambil kebijakan yang merugikan. Kasihan saudara-saudara kita yang tidak mampu yang membutuhkan beras hari ini. Gara-gara informasi itu semua gelisah," kata dia.
Sebelumnya, Bulog telah menyalurkan cadangan beras per Oktober 2023 yang mencapai 1,7 juta ton terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,67 juta ton dan stok komersil sekitar 69.000 ton.
Dari 1,7 juta ton beras tersebut digunakan untuk realisasi operasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan beras bantuan pemerintah kepada 2,2 juta penduduk kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPS DIY Gelar Sensus Ekonomi 2026, UMKM hingga Digital Dipotret
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- Hujan Tahun Ini Diprediksi Lebih Sedikit Dibanding Rerata 30 Tahun
- Jangan Tertipu Rasa, Ini Isi Tersembunyi di Camilan Favorit
- WFH ASN Jateng Diatur Per OPD, Tidak Semua Bisa Kerja dari Rumah
Advertisement
Advertisement





