Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi - Pengemis/Kemsos.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA—Bharat Jain dari India menjadi pengemis terkaya di dunia. Dia memiliki kekayaan bersih nyaris Rp15 miliar.
Dilansir dari Financial Express, Kamis (20/7/2023), perjalanan Bharat Jain dari yang sederhana hingga menjadi pengemis kaya raya sungguh luar biasa.
Lahir dari keluarga yang terbatas secara finansial, dia tidak dapat mengejar pendidikan formal, yang membatasi prospeknya untuk mendapatkan pekerjaan yang stabil.
Terlepas dari kendala ini, Bharat Jain berhasil menciptakan kehidupan untuk dirinya dan keluarganya melalui profesinya yang tidak lazim.
Dengan kekayaan bersih US$1 juta atau sekitar Rp15 miliar, pendapatan Bharat Jain dari mengemis sangatlah banyak. Penghasilan bulanannya berkisar antara Rs60.000-Rs75.000 atau sekitar Rp10 juta hingga Rp 13 juta.
Baca juga: Kepala Dinas Krido Tersangka Tanah Kas Desa, Sultan Jogja: Dia Tega, Saya Juga Tega
Dia menginvestasikan hasil mengemisnya di bidang real estate. Dia juga memiliki flat dua kamar tidur di Mumbai dan dua toko di Thane yang menghasilkan pendapatan sewa bulanan sebesar Rs30.000 atau sekitar Rp5 juta.
Dalam rentang waktu 10 hingga 12 jam, dia berhasil mengumpulkan sekitar Rp450.000 hingga Rp500.000 per hari.
Bharat Jain adalah pria yang sudah menikah dan ayah dari dua putra. Dedikasinya untuk memastikan anak-anaknya mengenyam pendidikan patut diacungi jempol dan keduanya berhasil menyelesaikan studinya. Pencapaian ini merupakan bukti ketangguhan Bharat Jain dan tekadnya untuk memutus lingkaran kemiskinan.
Terlepas dari kekayaannya yang besar dan sumber pendapatan alternatifnya, Bharat Jain terus terlihat mengemis di jalanan Mumbai. Pilihannya untuk bertahan dalam pekerjaan ini, terlepas dari permintaan anggota keluarganya, cukup membingungkan.
Banyak yang berpendapat bahwa dedikasinya untuk mengemis didorong oleh kombinasi kebiasaan, rasa kebersamaan dengan sesama pengemis, dan kepuasan emosional yang dia peroleh dari interaksinya dengan orang-orang yang memberinya sedekah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.