DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Sejumlah penumpang memasuki bus di Terminal Jombor, Senin (3/4/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—Perjalanan mudik Lebaran tak hanya ditempuh menggunakan mobil pribadi. Banyak di antara pemudik memilih naik bus. Ada yang harus diperhatikan pemilik perusahaan otobus (PO).
Head of Product Management and Marketing Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) Faustina mengingatkan bus yang akan digunakan sebagai transportasi mudik di libur Lebaran 2023 harus memiliki kondisi prima. Salah satu yang penting dilakukan untuk memastikannya adalah dengan mengecek rem.
”Pemilik bus harus melakukan servis rutin untuk menghadapi musim ini [perjalanan mudik Lebaran], mulai dari pengecekan performa mesin, kekuatan rem, fungsi elektrikal dan fungsi lainnya,” kata Faustina melalui keterangan tertulis, Selasa (18/4/2023).
Jika rem tidak dalam kondisi prima, kendaraan akan kesulitan untuk menghentikan lajunya. Saat pengendara menginjak pedal rem dan laju kendaraan tidak berhenti, maka rem dapat dikatakan mengalami rem blong dan dapat menyebabkan kecelakaan di jalan.
Sistem Rem
Menurut data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sebanyak 90% kasus kecelakaan dengan bus dan truk terjadi karena masalah di sistem rem.
Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan rem blong. Di antaranya, jika tekanan udara pada sistem rem habis, hingga kanvas rem atau sepatu rem sudah aus dan diameter dalam tromol yang sudah melebihi limit maksimumnya.
Rem blong juga dapat terjadi karena penyumbatan dan/atau kebocoran pada selang angin pada sistem rem.
Untuk mengantisipasi kondisi rem blong saat perjalanan mudik Lebaran, pengendara dapat melakukan pemeriksaan berkala setelah kendaraan menempuh jarak 10.000 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.