Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Syabda Perkasa Belawa/ PB Djarum
Harianjogja.com, SRAGEN—Kabar duka datang dari dunia bulut tangkis Indonesia. Atlet bulu tangkis asal Mondokan, Sragen, Syabda Perkasa dan ibunya, Anik, meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol di Pemalang, Jawa Tengah, Senin (20/3/2023).
BACA JUGA: Deretan Prestasi Syabda Perkasa
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat mereka hendak takziah atas meninggalnya nenek Syabda, Karsi, di Dukuh Ngoto, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Sragen.
Kepala Desa Sumberejo, Sentot Nugroho, mengatakan Karsi meninggal pada Minggu (19/3/2023) dan rencananya dimakamkan pada Senin ini pukul 10.00 WIB. Pemakaman jenazah Karsi ditunda karena kekuarga mendapat kabar anak dan cucunya meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol Pemalang.
“Untuk pemakaman Mbah Karsi menunggu jenazah anak dan cucunya, yakni Anik dan Syabda Perkasa yang juga atlet badminton itu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com-jaringan Harianjoga.com, Senin (20/3/2023).
Sentot menyampaikan berdasarkan laporan kepolisian yang diterimanya, Syabda dan ibunya meninggal di jalan tol jalur A Pemalang-Batang km 315+200, sekitar pukul 03.50 WIB. Kecelakaan itu melibatkan truk dan mobil Toyota Camry berpelat B 1824 KBN yang dikemudikan Muanis, 50, warga Jatikramat, Jatiasih, Bekasi. Dalam musibah itu ada lima korban, dua di antaranya Anik dan Syabda.
Camat Mondokan, Agus Endarto, juga mendapat informasi tentang kematian atlet badminto dan ibunya tersebut. Agus mengaku pernah ketemu Syabda saat ke Mondokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.