Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Syabda Perkasa Belawa/ PB Djarum
Harianjogja.com, SRAGEN—Kabar duka datang dari dunia bulut tangkis Indonesia. Atlet bulu tangkis asal Mondokan, Sragen, Syabda Perkasa dan ibunya, Anik, meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol di Pemalang, Jawa Tengah, Senin (20/3/2023).
BACA JUGA: Deretan Prestasi Syabda Perkasa
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi saat mereka hendak takziah atas meninggalnya nenek Syabda, Karsi, di Dukuh Ngoto, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Sragen.
Kepala Desa Sumberejo, Sentot Nugroho, mengatakan Karsi meninggal pada Minggu (19/3/2023) dan rencananya dimakamkan pada Senin ini pukul 10.00 WIB. Pemakaman jenazah Karsi ditunda karena kekuarga mendapat kabar anak dan cucunya meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol Pemalang.
“Untuk pemakaman Mbah Karsi menunggu jenazah anak dan cucunya, yakni Anik dan Syabda Perkasa yang juga atlet badminton itu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com-jaringan Harianjoga.com, Senin (20/3/2023).
Sentot menyampaikan berdasarkan laporan kepolisian yang diterimanya, Syabda dan ibunya meninggal di jalan tol jalur A Pemalang-Batang km 315+200, sekitar pukul 03.50 WIB. Kecelakaan itu melibatkan truk dan mobil Toyota Camry berpelat B 1824 KBN yang dikemudikan Muanis, 50, warga Jatikramat, Jatiasih, Bekasi. Dalam musibah itu ada lima korban, dua di antaranya Anik dan Syabda.
Camat Mondokan, Agus Endarto, juga mendapat informasi tentang kematian atlet badminto dan ibunya tersebut. Agus mengaku pernah ketemu Syabda saat ke Mondokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.