Nama AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Siapa Saja?
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Rumah di Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, yang tertimpa longsoran talut dari Gunung Kidul, DIY, Jumat (3/2/2023)./JIBI-Solopos-Taufiq Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN—Talut di perbatasan Klaten-Gunungkidul di Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, longsor, Kamis (2/2/2023) malam. Akibat peristiwa itu, dua rumah warga Bometen tertimpa material longsor.
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Limpasan air dari wilayah Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, menyebabkan talut jalan longsor.
Longsornya talut itu menimpa rumah warga di wilayah Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, yang berada di bawahnya. Limpasan air terjadi lantaran saluran pembuangan air di wilayah Desa Serut rusak akibat kegiatan penambangan di dekat lokasi.
Lantaran tak ada saluran penampungan, air mengalir di jalan dan menggerus tanah di sekitar talut. Derasnya air membuat talut longsor hingga material menghantam rumah di bawah talut di wilayah Dukuh Bometen, Gantiwarno, Klaten.
Salah satu pemilik rumah yang terkena longsor, Suparno, menjelaskan longsor talut jalan itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 21.00 WIB. “Material longsor mengenai dapur dan kandang kambing,” kata di rumahnya, Jumat (3/2/2023).
Suparno juga menjelaskan peristiwa itu terjadi lantaran dampak aktivitas penambangan yang berdekatan dengan Bometen dan berada di wilayah Serut. Aktivitas penambangan itu menyebabkan saluran air rusak.
BACA JUGA: Longsor, Belasan Pengendara Motor Jatuh di Jalur Cinomati
Alhasil, air mengalir deras dan menggerus talut jalan. Dampaknya, talut longsor hingga material menimpa rumah Suparno yang berada di bawah talut.
Salah satu tokoh masyarakat Bometen, Gantiwarno, Klaten, Sugeng, mengatakan longsor sudah kali kedua terjadi. Sebelumnya, longsor terjadi di lokasi lain yang masih berada di bawah talut jalan perbatasan tersebut.
Ambrolnya talut terjadi lantaran saluran diuruk dampak kegiatan pertambangan hingga air melimpas ke jalan menggerus talut dan ambrol ke wilayah Bometen.
BACA JUGA: Hujan Deras Sebabkan 15 Longsor di Gunungkidul
“Kami tidak bermaksud menghalangi aktivitas penambangan. Boleh beroperasi, tetapi jangan merugikan masyarakat. Masyarakat minta saluran air dibenahi dulu. Ketika saluran air sudah dibenahi, air mengalir ke saluran dengan benar, silakan beroperasi tidak apa-apa,” jelas dia.
Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menjelaskan talut yang longsor di Bometen sepanjang 15 meter. Material longsor mengenai dua rumah warga Bometen serta satu kandang kambing.
“Dua rumah yang terdampak itu longsorannya dari arah Gunungkidul. Kami koordinasikan dengan BPBD Gunungkidul. Disinyalir itu dampak dari penambangan yang ada di atas. Tentu ini perlu ada sinergi untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama supaya tidak terjadi longsoran serupa,” kata Nur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.